Panglima TNI Menjadi Irup Pemakaman Militer Letkol CPN Anumerta Dudi Firmansyah di TMP Bandung

Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah yang Gugur dalam rangka tugas karhutla di Kalimantan Tengah hari ini di makamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Bandung ,Kamis (5 November 2026).

Prosesi pemakaman berlangsung sebagai bentuk penghormatan negara atas pengabdian dan pengorbanan prajurit TNI yang gugur ketika menjalankan tugas pemadaman Karhutla, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menjadi Inspektur Upacara prosesi pemakaman militer tersebut.

Agus menyampaikan, terdapat tiga prajurit yang menjadi korban dalam peristiwa kecelakaan helikopter Mi-17F5 (HA-5235) milik Skadron Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) di perairan Pematang Limau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Ketiga prajurit tersebut yakni Letkol CPN Anumerta Dudi Firmansyah, Kapten CPN Anumerta Nurhafidz Akbar, serta Sertu Anumerta Heri Prasetyo yang saat itu masih dalam proses pencarian dan evakuasi.
“Beliau merupakan para pahlawan kesuma bangsa yang gugur dalam menjalankan tugas,” ujar Agus.

Panglima TNI juga memastikan negara akan memberikan hak-hak kepada keluarga prajurit yang gugur sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab atas pengabdian mereka.

Untuk keluarga Letkol CPN Anumerta Dudi Firmansyah total hak yang akan diterima mencapai Rp757.602.506.

Jumlah tersebut terdiri dari dana Watsah, Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) gugur sebesar Rp450 juta, Tabungan Wajib Perumahan (TWP) TNI AD, santunan gugur dari perbankan sebesar Rp140 juta, beasiswa untuk dua anak masing-masing Rp30 juta jadi total Rp60 juta, serta tabungan hari tua sebesar Rp69 juta.

Sementara itu, keluarga Kapten CPM Anumerta Nurhafidz akan menerima santunan sebesar Rp603 juta lebih. Adapun keluarga Sertu Anumerta Heri akan memperoleh hak sebesar Rp663 juta lebih.
“Seluruh hak-hak tersebut akan diberikan negara kepada keluarga korban,” katanya.

Terkait kecelakaan helikopter, Agus menjelaskan, pesawat Mi-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 tersebut mengangkut delapan personel ketika melaksanakan operasi water bombing untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pada pelaksanaan penyiraman pertama, operasi berjalan aman. Namun, saat melakukan penerbangan kedua, helikopter mengalami kecelakaan.

Helikopter ditemukan di perairan Pematang Limau, sekitar satu kilometer dari bibir pantai dengan kedalaman kurang lebih enam meter dalam posisi terbalik.

Tim SAR bersama personel TNI masih melakukan upaya pencarian dan evakuasi terhadap satu korban yang dilaporkan masih berada di dalam badan helikopter.
“Posisi helikopter sudah ditemukan. Namun, kondisi arus di bawah laut cukup deras sehingga proses evakuasi membutuhkan upaya lebih,” ungkapnya.

Agus berharap proses evakuasi dapat berjalan lancar sehingga seluruh korban bisa segera ditemukan.

Lebih lanjut, Panglima TNI menegaskan, pengerahan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk penanggulangan bencana merupakan bagian dari kesiapsiagaan TNI.

Menurutnya, TNI selalu menyiapkan pasukan pemukul reaksi cepat untuk menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari banjir akibat curah hujan tinggi hingga kebakaran hutan dan lahan ketika musim kemarau.
Kesiapsiagaan tersebut dilakukan di berbagai wilayah, termasuk Sumatera dan Kalimantan.

“Personel dan alutsista yang sudah disiagakan bisa segera dikerahkan ke wilayah yang membutuhkan,” pungkasnya.

PANGLIMA 1
media online natal 2024

Komentar