komandonews.com
SANGGAU – Upaya mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus digencarkan Tim Penyuluhan Pencegahan Karhutla Pasis Dikreg LVI Sesko TNI di Kabupaten Sanggau. Tidak hanya memberikan edukasi, tim juga turun langsung berdialog dengan masyarakat untuk memahami kondisi, kebiasaan, serta kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat. Kamis (03/09/2026/)
tim yang berjumlah tujuh personel dipimpin Kolonel Inf Raja Gunung Nasution melaksanakan kegiatan penyuluhan di Kecamatan Beduai dan Entikong. Kegiatan menyasar unsur Forkopimcam, aparat kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan warga.
Kegiatan diawali dengan anjangsana dan koordinasi bersama aparat Kecamatan Beduai dan Entikong, tokoh masyarakat, serta tokoh adat. Tim kemudian melaksanakan penyuluhan lapangan mengenai pencegahan Karhutla sekaligus membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap.
Penyuluhan yang dilaksanakan di kantor kecamatan tersebut masing-masing diikuti sekitar 50 peserta. Dalam dialog yang berlangsung terbuka, masyarakat menyampaikan bahwa praktik pembakaran ladang selama ini masih berkaitan dengan tradisi dan ritual adat yang telah dilakukan secara turun-temurun. Pelaksanaannya dilakukan dengan mengikuti aturan adat serta melaporkan rencana pembukaan lahan kepada pemerintah desa.
Menariknya, masyarakat juga menyampaikan ketertarikan untuk beralih menggunakan pola pertanian tanpa bakar. Namun, penerapan pola tersebut membutuhkan dukungan, terutama berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bantuan pupuk.
Ketua Tim Penyuluhan Karhutla, Kolonel Inf Raja Gunung Nasution, menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan dialog dengan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam upaya pencegahan Karhutla.
“Kami hadir untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kami juga mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, termasuk kebutuhan mereka dalam menerapkan pola pertanian tanpa bakar. Ke depan, diperlukan kerja sama dan dukungan dari seluruh pihak agar masyarakat memiliki alternatif yang lebih baik dalam membuka dan mengelola lahan,” tegas Kolonel Inf Raja Gunung Nasution.
Menurutnya, upaya pencegahan Karhutla harus tetap memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat. Kearifan lokal yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat perlu dipahami dan dikelola secara bersama agar aktivitas pertanian tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan risiko kebakaran yang meluas.
“Pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan peran aktif pemerintah, TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan dan kesadaran bersama, kita berharap Karhutla dapat dicegah sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat terhindar dari dampak kabut asap,” pungkasnya.
Kegiatan penyuluhan di Kecamatan Beduai dan Entikong tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sinergi seluruh pihak dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Melalui komunikasi dan dialog secara langsung, diharapkan tercipta pemahaman bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan terhadap alternatif pembukaan lahan tanpa bakar juga diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mengurangi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Sanggau.
*Pendim 1204/Sanggau/ Aan












Komentar