Komandonews.com , Jawa Timur –
Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., mengikuti penutupan Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) Tahun 2026 yang dipimpin oleh Pangkoarmada RI Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata, bertempat di Gedung Panti Tjahaya Armada Koarmada II, Selasa (28/4). Kegiatan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian latihan terpadu yang melibatkan berbagai unsur kekuatan TNI Angkatan Laut.
Latopslagab 2026 telah dilaksanakan melalui berbagai tahapan latihan, mulai dari perencanaan hingga puncak latihan yang berlangsung di Perairan Karimun Jawa, yang menguji kesiapan taktis dan koordinasi antar unsur. Latihan ini tidak hanya mengasah kemampuan tempur prajurit, tetapi juga memperkuat interoperabilitas antar satuan, melalui pelibatan unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Koarmada RI serta pesawat undara TNI AL dan TNI Angkatan Udara (AU) sehingga mampu mensimulasikan operasi laut modern yang kompleks dan realistis.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian piagam penghargaan kepada KRI penembak rudal Exocet dan C-705, juara 1 hingga 3 kompetisi artileri, serta para penerbang tempur TNI Angkatan Udara yang terlibat dalam penembakan senjata khusus sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan prestasi yang telah dicapai.
Dalam amanatnya, Pangkoarmada RI menyampaikan bahwa keberhasilan latihan merupakan hasil dari dedikasi, kerja keras, serta komitmen seluruh prajurit. Latihan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pencapaian sekaligus menata arah strategis ke depan. Ditekankan pula bahwa profesionalisme sejati tidak hanya ditunjukkan melalui keberanian, tetapi juga melalui kemampuan mengevaluasi setiap kekurangan sebagai bahan perbaikan.
Lebih lanjut, Pangkoarmada RI menekankan pentingnya menjaga soliditas dan menghilangkan ego sektoral, karena keberhasilan operasi ditentukan oleh kekompakan seluruh unsur. Prajurit Jalasena diharapkan terus mengobarkan semangat juang, meningkatkan kemampuan, serta siap menghadapi tantangan ke depan demi menjaga kedaulatan laut Indonesia. Di akhir kegiatan, dilaksanakan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial serta bentuk rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Latopslagab 2026.















Komentar