Komandonews.com =
TEPA // ,~ Dandim 1511/Pulau Moa, Letkol Inf Nuriman Siswandi, meninjau dapur sehat pasca insiden keracunan siswa di kota Tepa, Kecamatan Babar Barat beberapa waktu lalu. Peninjauan ini dilakukan untuk mengevaluasi dan memastikan tidak terjadi insiden serupa di masa mendatang, terkait dengan makanan program Makan Bergizi gratis (MBG).
Peninjauan Dandim 1511/Pulau Moa didampingi Ketua DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan langsung ke lokasi Dapur Sehat MBG “Harmoni Babar” yang berlokasi di jalan SMK Pertanian Tepa, Selasa (16/09/2025).
Dalam peninjauan tersebut, Letkol Siswandi melaksanakan pengecekan di ruang dapur, ruang gudang dan ruang penyajian makanan bersama Ketua DPRD MBD, didampingi Ketua SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Ana Etwiory selaku penanggung jawab dapur Harmoni Babar.
Pengecekan ini untuk meninjau sarana prasarana dan kesiapan pada saat pendistribusian ke sekolah.
Dandim disela-sela kegiatan itu menghimbau kepada para pekerja di Dapur Harmoni Babar agar tetap menjaga kebersihan atau sterilisasi dilingkungan kerja sesuai dengan SOP Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
“Saya harapkan jaga kebersihan dan sterilisasi makan bagi anak-anak yang adalah generasi penerus bangsa, juga sebagai sarana untuk menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ucapnya.
Dandim juga menyampaikan, pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam program MBG.
Ia juga berpesan agar bekerja sama untuk memastikan bahwa program ini sesuai SOP dari proses masak dan jangan lupa gunakan sarung tangan, penutup kepala celemek serta jaga sterilisasi di dapur.
“Begitu juga ketika penyajian kepada siswa-siswi di sekolah. Walaupun ada suatu kejadian yang telah kita atasi bersama ini tidak terulang lagi dikemudian hari dan Program ini juga sebagai sarana untuk menambah lapangan pekerjaan di wilayah Babar Barat,” ujar Dandim.
Ditempat yang sama, Ketua DPRD MBD Petrus A. Tunay menyampaikan bahwa untuk sterilisasi makanan sehat bergizi ini bukan merupakan seluruhnya tanggung jawab dari pada ahli gizi saja, namun juga menjadi tanggung jawab pekerja di dapur sehat harmoni.
“Kalau saja ada jenis makanan yang tidak layak di konsumsi harus disampaikan kepada kepala SPPG atau mitra agar segera dilakukan pergantian bahan yang rusak atau tidak layak tersebut,” katanya.
Sementara terkait teknis operasional didapur dan pendistribusian bahan MBG dari Mitra, Enggelina Angkie menjelaskan bahwa sejak hari pertama dilakukan dengan baik pengantaran tidak terkendala sampai di tempat terakhir di sekolah-sekolah se-kecamatan Babar Barat selalu tepat pada waktunya dan tidak pernah terlambat.
Dirinya mengaku, pada hari keempat pihaknya mengalami kendala yang diduga berasal dari ikan yang digunakan.
“Ada ikan tuna yang menurut kami ikannya dalam keadaan fresh. tetapi mungkin saja dalam penanganan pengolahan karena sekian ribu yang harus kita masak, kemungkinan ikan satu dua potong yang sedikit ada perubahan sehingga terjadi alergi atau gatal-gatal dan ada juga siswa yang punya penyakit bawaan,” bebernya.
Olehnya, pasca kejadian tersebut pihaknya telah bersama-sama tim kesehatan untuk melakukan Uji Leb pada sempel yang telah dikirim ke Balai Leb.
“Untuk itu kami meminta maaf kepada masyarakat atas kelalaian ini dan kedepannya tidak ada lagi situasi seperti ini,” jelas Enggelina.
(JQ87/Red*)















Komentar