Cegah Karhutla Meluas, Koramil 1210-03/Mandor Bergerak Cepat Pantau Hotspot Simpang Kasturi

komandonews.com
Landak, Mandor – Koramil 1210-03/Mandor bergerak cepat melakukan pemantauan dan langkah pencegahan terhadap titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Selasa (25/8/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, terdeteksi satu titik hotspot dengan klasifikasi sedang di Desa Simpang Kasturi, Kecamatan Mandor, dengan estimasi luasan lahan sekitar ±1,5 hektare.

Menindaklanjuti temuan tersebut, personel Koramil 1210-03/Mandor meningkatkan patroli di wilayah yang dinilai rawan Karhutla sebagai langkah deteksi dini guna mencegah potensi kebakaran berkembang dan meluas.

Kegiatan patroli dan pemantauan tersebut melibatkan Babinsa Koramil 1210-03/Mandor, yakni Serka Marianus, Serda Deni Luminta, Sertu Andreas, Sertu Ali Wiro, Sertu Aspuri dan Serda Sudirman. Selain personel TNI, kegiatan juga didukung oleh tiga orang relawan dengan menggunakan dua unit kendaraan roda dua untuk menunjang mobilitas di lapangan.

Selain melaksanakan patroli, personel turut memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya Karhutla.

Ground check terhadap titik hotspot di Desa Simpang Kasturi direncanakan dilaksanakan pada malam hari guna memastikan kondisi aktual di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Danramil 1210-03/Mandor Peltu Dedi Kristianto, S.E. menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan wilayah, khususnya di daerah yang memiliki potensi terjadinya Karhutla.

“Setiap informasi terkait hotspot menjadi perhatian kami. Personel akan terus melakukan patroli dan pemantauan untuk memastikan kondisi di lapangan. Kami juga mengajak masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api,” tegasnya.

Sementara itu, Dandim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo, S.Hub.Int., M.I.P., menekankan pentingnya kecepatan dalam melakukan deteksi dan penanganan awal Karhutla.

“Jangan sampai titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Deteksi dini, patroli dan respons cepat harus terus dilakukan oleh jajaran di lapangan. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah Karhutla dengan tidak membuka atau membersihkan lahan melalui pembakaran,” tegas Dandim.

Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, relawan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga wilayah Kabupaten Landak dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
(Penmil 03/Mandor/Aan)

PANGLIMA 1
media online natal 2024

Komentar