Aceh Tamiang — Lumpur cokelat sisa banjir bandang mungkin masih meninggalkan bekas di beberapa sudut dinding rumah di Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang. Namun, bagi ratusan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Rantau, sisa-sisa trauma itu seolah tersapu bersih pada Rabu (28/01/2026) siang.
Di tengah lapangan sekolah yang sempat terendam air bah beberapa waktu lalu, suasana haru berubah menjadi riuh rendah kegembiraan. Hari itu, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjend TNI Muhammad Saleh Mustafa, datang tidak hanya dengan seragam militernya, tetapi membawa “amunisi” masa depan bagi para siswa yang perlengkapan belajarnya hanyut ditelan bencana.
Ransel Baru, Semangat Baru
Sebanyak 171 tas sekolah dibagikan secara langsung. Bagi orang dewasa, itu mungkin hanya sekadar tas. Namun bagi seorang anak yang melihat buku dan alat tulisnya hancur terendam banjir, tas baru itu adalah simbol bahwa sekolah tidak boleh berhenti.
Saat Letjend Saleh menyerahkan tas-tas tersebut, senyum ceria yang sempat hilang kini memancar kembali di wajah mungil para siswa. Di dalamnya, terselip buku tulis, alat tulis, dan perlengkapan penunjang yang siap digunakan untuk menuliskan kembali cita-cita mereka yang sempat tertunda bencana.
Air Bersih untuk Kehidupan
Bencana longsor dan banjir seringkali meninggalkan masalah pelik: krisis air bersih. Memahami hal ini, TNI AD juga menyerahkan 159 filter air. Bantuan ini menjadi krusial agar anak-anak dapat belajar dalam kondisi sehat tanpa bayang-bayang penyakit pascabencana.
“Anak-anak tidak boleh kehilangan masa depan hanya karena bencana,” ujar Letjend Saleh dengan mantap.
Kalimat itu menjadi penegas bahwa kehadiran negara, melalui TNI, adalah untuk memastikan mimpi-mimpi anak bangsa tidak ikut terpendam di bawah tanah longsor atau hanyut bersama arus banjir.
Memulihkan Harapan Orang Tua
Bantuan ini bukan sekadar tentang benda fisik, melainkan tentang meringankan beban batin. Para orang tua yang tengah berjuang memulihkan ekonomi keluarga pascabencana mengaku sangat terbantu. Kepedulian TNI Angkatan Darat memberikan mereka ruang untuk bernapas, memastikan bahwa pendidikan anak-anak tetap terjaga meski keadaan sedang sulit.
Siang itu di SDN 1 Rantau, lumpur mungkin telah menyisakan duka, namun melalui kepedulian yang nyata, mimpi-mimpi anak-anak Aceh Tamiang kini kembali dirajut dengan rapi di dalam ransel baru mereka.















Komentar