Tiakur, investigasibhayangkara.com~ Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya resmi meluncurkan sekaligus meresmikan pemanfaatan dan pengelolaan Pasar Ikan “Hnyioli Lieta” di Kota Tiakur, Jumat (26/06/2026).
Peresmian tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan tata kelola sektor perikanan, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta menyediakan fasilitas pemasaran hasil perikanan yang representatif, higienis, dan tertata bagi masyarakat.
Sambutan Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin Thomas Noach, ST, yang disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Simon Dohoklory, S.Sos, M.Si, menyampaikan bahwa nama “Hnyioli Lieta” bukan sekadar nama, tetapi memiliki makna filosofis sebagai simbol ruang kehidupan, kebersamaan, dan berkah yang bersumber dari kekayaan laut Maluku Barat Daya.
“Kehadiran pasar ikan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam menyediakan sarana pemasaran yang layak bagi para nelayan dan pelaku usaha perikanan”, jelasnya
Ditegaskan bahwa potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Kabupaten Maluku Barat Daya harus didukung dengan sistem hilirisasi serta tata kelola pemasaran yang baik agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Beliau juga menekankan tiga aspek penting dalam pemanfaatan Pasar Ikan Hnyioli Lieta, yaitu menjadikan pasar sebagai pusat penggerak ekonomi baru bagi nelayan dan pedagang ikan, menjaga kebersihan serta modernisasi pengelolaan pasar agar nyaman dikunjungi masyarakat, serta membangun kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan pedagang sehingga fasilitas yang dibangun melalui dukungan Dana Bantuan JICA dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Kepada para pedagang ikan, Bupati mengajak seluruh pengguna pasar untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya, menjaga ketertiban, memberikan pelayanan yang ramah kepada pembeli, serta menjadikan Pasar Ikan Hnyioli Lieta sebagai rumah usaha yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya, Herdy D. Ubro, SE, MM, dalam laporannya menjelaskan bahwa pembangunan Pasar Ikan Hnyioli Lieta dilatarbelakangi kebutuhan akan pusat pemasaran hasil perikanan yang bersih, higienis, representatif, dan terintegrasi di Kota Tiakur.
Menurutnya, pasar tersebut bertujuan mengoptimalkan fasilitas daerah bagi pelaku usaha perikanan, menjamin mutu hasil tangkapan melalui penerapan standar pengelolaan termasuk rantai dingin (cold chain), serta menata aktifitas perdagangan agar lebih tertib, rapi, dan tidak menimbulkan kesan kumuh di kawasan perkotaan.
Ubro juga melaporkan bahwa pada tahap awal sebanyak 60 pedagang akan menempati lapak pasar dari total sekitar 86 pedagang yang selama ini menjadi pelaku utama distribusi ikan di Tiakur. Penetapan pedagang dilakukan melalui proses seleksi dan usulan Dinas Perikanan yang telah mendapat persetujuan pimpinan daerah.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Perikanan menegaskan komitmen pihaknya untuk terus melakukan pendampingan, pengawasan, dan pengembangan sistem pengelolaan pasar agar fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perikanan juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, JICA, seluruh perangkat daerah, unsur pimpinan daerah, serta masyarakat yang telah mendukung pembangunan hingga operasional Pasar Ikan Hnyioli Lieta. (Dinas Perikanan MBD)












Komentar