Pesan Berantai, Kecelakaan Di Citra Raya Satu korban meninggal Dunia Dan Satu Korban Lain Dalam Keadaan Kritis

Panongan, KOMANDONEWS.COM – Pesan berantai menghebohkan media sosial dan grup WhatsApp. Dalam pesan berantai itu diinformasikan ada sebuah kecelakaan terjadi di Jl Raya Citra Boulevard, Kawasan Lugano, Desa Panongan, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (19/11/2022).

Dalam pesan tersebut, diikuti foto dua orang remaja yang tergeletak di pinggir jalan dengan mengeluarkan darah pada bagian kepala.

Korban pertama mengenakan celana pendek warna abu-abu tua dan kaos oblong abu-abu muda. Korban tergeletak di pinggir badan jalan dengan luka pada bagian kepala. Sedangkan korban yang satunya, tergeletak pada tiang lampu penerangan jalan.

Dalam pesan berantai itu ditulis, “Diinformasikan kepada seluruh warga masyarakat Kecamatan Panongan, wabil khusus warga Desa Panongan, dimohon bantuannya, apabila ada yang mengenali pemilik kendaraan tersebut mohonn diinfokan kepada keluarganya bahwa tadi siang sekira jam 12:00 WIB telah mengalami kecelakaan di Jl Raya Citra Boulevard, Kawasan Lugano, Desa Panongan, Kecamatan Panongan, dan bisa langsung menghubungi ke Nomor telpon sebagai berikut:

021 5961312/0822 1379 6989 (Bripka Imam Siswoyo Bhabinkamtibmas Desa Panongan). Demikian yang dapat diinformasikan, dan mohon kerja samanya agar keluarga korban bisa langsung dihubungi untuk mendapatkan informasi di Polsek Panongan, Polresta Tangerang”.

Dalam kecelakaan ini, korban mengendarai sepeda motor Yamaha warna kuning dengan Nomor Polisi B 6292 VOM. Saat ini, kendaraan tersebut berada di Polsek Panongan.

Saat dihubungi nomor yang terdapat dalam pesan berantai tersebut, Bripka Imam Siswoyo, selaku Bhabinkamtibmas Polsek Panongan membenarkan peristiwa kecelakaan itu. Menurut Imam, sudah ada petunjuk siapa dua remaja yang mengalami kecelakaan tersebut. Menurut Imam, korban adalah warga Cikupa.

Imam tidak menjelaskan secara rinci, karena masih dalam penanganan, serta melacak dan memastikan identitas korban. Namun berdasarkan nomor telpon salah satu korban, secara acak menghubungi nomor yang ada dalam handphone tersebut, salah satu korban bernama Halvi.

Tapi kita belum tahu, siapa yang namanya Halvi, hanya saja ketika kita acak nomor telon dan kita hubungi salah satu nomor yang ada di handphone korban, salah satu korban namanya Halvi, tinggal di Cukupa. Saat ini korban dibawa ke Ciputra Hospital, dan orang orang tuanya sudah kita arahkan ke sana. Satu korban meninggal, itu yang di tiang listrik, dan satu lagi kritis,” paparnya.

(Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *