Sosialisasi Dan Health Talk Virus Corona Varian Omicron Dan Vaksin Anak Boster Lansia

Mekar Bhakti Panongan, Komandonews
Sosialisasi Varian baru virus Corona Omicron dan boster manula yang di selenggaran oleh pihak Ciputra hospital di Aula kelurahan mekar bhakti kec. Panongan tangerang banten. Rabu 22/12/2021

Seperti di ketahui bahwasa nya varian Omicron sudah terdeteksi di beberapa negara sejak pertama kali ditemukan di Benua Afrika. Varian ini disebut sebagai salah satu yang sangat cepat dalam menularkan virus.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut yang di hadiri oleh semua unsur perangkat kelurahan, rw ,Bhabinsa dan bhinmas. dr surya sebagai narasumber dari ciputra hospital menyampai kan bahwa World Health Organization (WHO) menyatakan varian B.1.1.529 atau Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021. Situasi epidemiologis di Afrika Selatan telah ditandai oleh tiga puncak berbeda dalam kasus yang dilaporkan, yang terakhir didominasi varian Delta.

“Dalam beberapa minggu terakhir, infeksi telah meningkat tajam, bertepatan dengan deteksi varian B.1.1.529. Infeksi B.1.1.529 terkonfirmasi pertama yang diketahui berasal dari spesimen yang dikumpulkan pada 9 November 2021,” demikian penjelasan WHO yang dipublikasikan beberapa waktu yang lalu.

Varian Omicron memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan. WHO menjelaskan bukti awal menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan varian ini, dibandingkan dengan Variant of Concern (VOC) lainnya.

Karenanya, berdasarkan bukti-bukti yang sudah ada, WHO menetapkan varian Omicron sebagai VOC. VOC diartikan sebagai varian virus Corona yang menyebabkan peningkatan penularan serta kematian dan bahkan dapat mempengaruhi efektivitas vaksin. Sebelum Omicron, WHO telah menetapkan varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta sebagai VOC.

Dr surya meminta agar masyarakat untuk meningkatkan upaya pengawasan dan pengurutan untuk lebih memahami varian SARS-CoV-2 yang beredar.

Sementara itu lurah mekar bhakti Mansur
mengatakan masyarakat tidak perlu panik.Akan tetapi lebih meningkat kan kesadaran untuk mengurangi risiko COVID-19, termasuk kesehatan masyarakat dan tindakan sosial yang terbukti seperti mengenakan masker yang pas, kebersihan tangan, menjaga jarak fisik, meningkatkan ventilasi ruang dalam ruangan, menghindari ruang ramai, dan mendapatkan vaksinasi,” tegas nya
(Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.