Gulali Jajanan Jaman Old Yang Masih Menjadi Idola Bagi Anak-Anak Di Jaman Now

JAKARTA, Komandonews – (12/10/2021). Makanan tempo dulu yang masih digemari oleh Anak-anak di jakarta, dimasa pertumbuhannya anak-anak sangat menggemari dan menyukai makanan atau jajanan yang bercita rasa manis, seperti susu, coklat, permen juga roti dan lainnya adalah makanan yang sangat disukai oleh mereka.

Karena rasa gula dapat merangsang pertumbuhan bagi anak-anak jika dikonsumsi dengan benar dan tidak berlebihan, rasa manis pada jajanan atau makanan tersebut akan membuat anak-anak menjadi tenang dan anteng serta ceria saat mereka makan makanan tersebut.

Seperti jajanan yang satu inipun sangat disukai oleh anak-anak yang bentuk serta warnanya serta tampilannya menggoda jika anak-anak melihatnya, walau di jaman yang terbilang modern namun jajanan ini tetap menjadi favorit bagi anak-anak dibeberapa tempat di jakarta dan sekitarnya.

Adalah Pak Udin namanya, sosok pria paruh baya kelahiran asal garut yang masih tetap exis menjajakan jajanan tempo dulu namun masih digemari oleh anak-anak hingga saat ini, beliau menjajakan jajanan gula atau gulali di daerah Meruya dan taman gajah dari pagi hingga sore dan terkadang hingga malam hari.

Menurut keterangannya beliau, ia berjualan gulali sejak tahun 1983 hingga saat ini selama kurang lebih 38 tahun dengan segala ketekunan ia masih terus menjalani profesinya itu sebagai pedagang gulali ditengah perkembangan jaman yang semakin maju saat ini dan juga makanan atau jajanan yang lebih modern.

Pak Udin bertempat tinggal di daerah pondok Rajeg karang timur kota Tangerang, setiap hari ia berkeliling menjajakan jajanan gulali dari tempat kontrakannya di daerah pondok Rajeg hingga ke Meruya dengan berjalan kaki lalu sore harinya beliau kembali lagi ke kontrakannya di pondok rajeg di kota tangerang.

Menurutnya, gulali yang ia buat atau yang ia jajakan menggunakan bahan dasar dari gula yang bagus dan baik, juga pewarna yang ia gunakan adalah pewarna alami dan tidak berbahaya bagi anak-anak jika di konsumsi, jajanan gulali dari buatannya itu
pak Udin hanya menjual dengan harga murah dan terjangkau hanya 2000 rupiah sehingga anak-anak dapat membelinya.

Ia menambahkan jika saat ini keberadaan para pedagang gulali dari tempat asalnya yang ada di Jakarta dan sekitarnya sudah berkurang dan hanya tinggal beberapa orang saja, hanya tinggal 3 orang saat ini yang masih berjualan dan menjajakan gulali tersebut dan itupun mereka sudah lanjut usia.

Dari usaha yang ia tekuni selama ini, dan atas jerih payahnya berjualan selama hampir 38 tahun hingga saat ini ia dapat menghidupi keluarganya di desa, dengan membeli sebidang tanah dan sawah juga membangun rumah walau sederhana juga dapat menyekolahkan anak-anaknya.

Ia selalu bersyukur dengan pekerjaannya saat ini sebagai penjual gulali, walau tak seberapa yang penting halal dan yang terpenting ia dapat menghidupi keluarganya di desa dan berharap ke depan gulali yang ia jajakan berserta teman-temannya dapat digemari atau disukai.

Pria paruh baya inipun dan 3 orang temannya berharap agar wabah virus Corona segera hilang, juga pembatasan PPKM berakhir agar perekonomian dapat kembali normal sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti biasa pada saat sebelum adanya pandemi.”Pungkas Udin.

{Red}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *