Proyek Mck Kampung Sidoko, Desa Sidoko Kecamatan Gunung Kaler Diduga Tidak Sesuai Spek

Jakarta, Komandonews – Proyek pembuatan serta kegiatan mck Kampung Sidoko, Desa Sidoko program dari dinas PUPR Propinsi Banten diduga tidak sesuai Spek dan asal jadi dalam pengerjaannya dan jauh dari kata standar mck pada umumnya/Rabu/01/09/2021

Kegiatan proyek mck yang saat ini sedang berjalan dikerjakan oleh sejumlah pekerja ironis nya proyek tersebut tidak dilengkapi dengan papan proyek inpormasi publik,Seperti yang sudah di tetapkan oleh undang” Perpres no,14 tahun 2018,tentang keterbukaan publik,terang nya

Dan terlihat para pekerja tak memakai baju APD,alat pelindung Diri, Tingkat Kegiatan Pembagunan sarana prasana kecamatan gunung kaler yang saat ini sedang berjalan, dikerjakan oleh sejumlah pekerja ironis nya Para pekerja tidak di lengkapi ,oleh alat pelindung diri,/yang Disebut K3 yang mana sudah diatur dalam undang-undang peraturan pemerintah no.50 Tahun 2012 Tentang keselamatan kerja.

Dan juga itu sudah Diamanatkan oleh menteri PU( pekerjaan umum) no:5/PRT/M/2014 pekerja penyelenggara Konstruksi wajib memenuhi syarat syarat tentang keamanan kesehatan dan keselamatan kerja pada bidang konstruksi seperti yang Diatur dalam UU No 18 Tahun 1999 Tentang jasa Kontruksi.papar nya

Saat Dikonfirmasi oleh awak media Salah satu pegawai yang tidak mau disebut kan nama nya Tentang siapa pelaksa nya Dan papan informasi publik nya Bilang nya Tidak tauh ,,saya cuma pekerja,,apa yangg bisa saya kerjakan itu pekerjaan yang harus saya kerjakan,soal aturan dan sebagai nya sudah ada tim pengawas dari PUPR yang menilai,,,ucap nya

Menurut opung Heri . aktivifis Kinerja.LSM GERAM BANTEN INDONESIA. Kabupaten Tanggrang memang Benar Terlihat’ Papan Proyek tersebut belum terpasang.sedangkan pekerjaan sudah 60% terpampang seperti Biasa Biar terlihat oleh mata publik Kontrol sosial.ujar nya.

Dan ini pun sudah melanggar UU Perpres/ No : 14/ Tahun 2008 tentang keterbukaan
informasi kepada publik yang mana perihal tersebut sudah jelas merupakan hak
setiap warga negara untuk mendapat serta memperoleh informasi publik
berdasarkan asas keterbukaan.”tutup nya.

Dan Di Duga ada kecurangan di dalam pemasangan behel yang telihat kolom utama untuk sengkang aja yang seharus nya behel 8mm tapi yang di pakai seperti gagang ember besi.4.mm.yang kecil tidak sesuai dengan Spek nya, di tambah lagi pengecoran kolom utama banyak yang kropos..kata nya….

( subli/ erwin )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *