KPK Tahan Direktur PT. ABAM, Rudi Hartono Terkait Markup Tanah Munjul DKI

Jakarta, Komandonews – Tim Penyidik KPK akhirnya melakukan penahanan terhadap 1(satu) orang tersangka lagi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah Munjul Cipayung Propinsi DKI.

Ketua KPK Firly Bahuri dalam keterangan pers yang disiarkan via  channel YouTube mengungkapkan , Direktur PT Rudi Hartono Aldira Berkah Abadi Makmur ( ABAM) Rudi Hartono telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 28 Mei 2021 lalu.

Firly Bahuri mengungkapkan Rudi Hartono diduga bersama dengan Tommy Ardian dan Anja Runtunewe keduanya dari PT Adonara Propertindo memarkup harga tanah menjadi Rp.7.5 juta permeter dari  semula  seharga Rp 2.5 juta permeternya yang dibeli dari Yayasan Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus untuk kemudian dijual kembali kepemda DKI melaui Perumda Pembangunan Sarana Jaya.

Akibatnya KPK menduga telah terjadi kerugian negara sebesar Rp.152.5 miliar pada proyek pengadaan tanah yang menggunakan dana APBD DKI Jakarta tahun 2019 tersebut.

” Dimulai pada Februari 2019, Tsk RHI meminta Tsk AR dan Tsk TA melakukan pendekatan pada Yayasan Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus dengan kesepakatan penawaran tanah ke PPSJ (Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya yang awalnya menggunakan nama ANDYAS GERALDO (anak Tsk RHI) dan kemudian surat penawaran tersebut diubah menggunakan nama Tsk AR
sebagai pihak yang menawarkan. ” Ujar Firly diGedung KPK Jakarta , Senen (2/8/2021).

Menurut Firly Tanah Munjul tersebut selain sebenarnya Harga NJOP adalah senilai Rp 3 juta permeternya tanah seluas hampir 42 ribu meter persegi tersebut ternyata 70 persennya merupakan kawasan hijau.

Dengan ditahannya Rudi maka yang bersangkutan merupakan tersangka ke 5 setelah yang telah ditahan Karena sebelumnya KPK telah menetapkan dan menahan 3 orang lainya dari 4 tersangka yang ditetapkan yakni , Dirut Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya  Yoory Corneles, Dirut dan Wadirut PT. Adonara Propertindo Tommy Adrian dan Anja Runtuwene serta Korporasi PT. Adonara Propertindo.

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *