2 Saksi Ungkap Soal Sewa Rumah Rp.420 Juta Untuk Sembunyi Nurhadi

Jakarta, Komandonews – Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang lanjutan dengan terdakwa Ferdy Yuman dalam perkara dugaan merintangi Penyidikan KPK terkait kasus yang melibatkan mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Resky Herbiyono.

Sidang yang dipimpin Syaifuddin Zuhri mengagendakan kehadiran 4 orang saksi  yakni Fransesco Xavier,
Oktaria istara Zen wiraswasta, Ambarita Damanik penyidik  KPK , dan
Bambang Wahyudi. Ketua RW di kawasan Simprug Jakarta Selatan.

Sedianya Keterangan saksi terbagi dalam 2 Sesie tapi hakim menghentikan sidang usai Sesie pertama karena situasi pandemi dan banyaknya perkara yang ditangani.

2 saksi pertama  Kepada JPU KPK takdir suhan menjelaskan seputar transaksi sewa rumah di Simprug oleh Ferdy Yuman sebagai tempat pelarian mantan sekretaris MA Nurhadi dan menantunya pada Februari 2020 lalu.

Fransesco nengetahui Resky Herbiyono adalah menantu mantan pejabat mahkamah agung Nurhadi.

Terkait  dengan rumah yang akan ditempati Resky Herbiyono  di Simprug . Atas permintaan Ferdy Yuman , Fransesco menghubungi agen properti melalui iklan media online .

Sementara itu oktaria menceritakan melakukan transaksi Rp 420 juta dengn Ferdy Yuman atas Sewa setahun pada rumah di simrug milik Bambang Rahmadi Februari 2020 lalu.

Terkait dugaan rumah tsb  menjadi tempat persembunyian , oktaria mengaku pernah melihat sekali mobil land ceuiser dan orang bermasker yang ternyata adalah Resky Herbiyono bersama dengan istri mertuannya yang menempati rumah yg disewakan di kawasan Simprug golf tersebut.

  
Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Ferdy Yuman telah merintangi proses penyidikan yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono.

Jaksa menyatakan Ferdy Yuman membantu pelarian Nurhadi dan Rezky saat menjadi buronan KPK. Dan diduga telah merintangi Penyidikan Nurhadi dan Razky Herbiyono. Diantaranya, menyewakan rumah sebagai tempat persembunyian Nurhadi dan Rezky Herbiyono.

Padahal, Nurhadi dan Rezky saat itu berstatus buronan kasus dugaan suap serta gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA.

Berdasarkan uraian jaksa dalam dakwaannya, Ferdy Yuman merupakan sepupu Rezky Herbiyono.

Ferdy dipercaya untuk menjadi sopir serta orang kepercayaan Rezky dan Nurhadi.  Ferdy mendapat gaji dari  Rezky  sebesar Rp20 juta setiap bulannya.

Atas perbuatannya, Ferdy Yuman didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Tipikor

Pengadilan Tipikor Sebelmnya telah memvonis bersalah terhadap mantan sekretaris Mahkamah Agung  Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono   masing masing 6 tahun pidana penjara terkait perkara dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan sejumlah perkara di MA.

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *