Perkara Benur Mantan Menteri KKP Edy Prabowo DKK Mengaku Bersalah

Jakarta, Komandonews – Kamis (17/6/2021) Mantan menteri kelautan dan perikanan Edy Prabowo menyatakan meminta maaf kepada masyarakat dirugikan , mengaku menyesal dan tidsk akan mengulangi perbuatan terkait perkara dugaan korupsi ekspor benur di KKP tahun 2020.

Hal tersebut dikatakannya dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjeratnya tersebut dipengadilan Tipikor yang digelar secara Marathon pada hari Selasa Hingga Kamis dinihari ( 17/6/2021).

Edy Prabowo membantah telah melakukan korupsi dengan mengerahkan staffsusnya Andreau Misanta Pribadi, Safri dan Amiril mukminin ,terkait program budidaya danĀ  ekpsor BBL atau benur melalui penunjukan perusahan kargo PT ACK milik terdakwa Siswandi Pranoto Loe.

Menurutnya pembelian tanah, rumah ,mobil, sepeda,  belanja jam rolex diamerika bersama istrinya Iis Rosita Dewi, PLT dirjen Zaini  , beberapa oranglainya pada November 2020 lalu dilakukannya dengan biaya sendiri atau uang miliknya yang dikelola oleh Amiril Mukminin.

Edy Prabowo mengungkapkan Amiril Mukminin telah lama mengelola keuangannya saat dirinya menjadi anggota DPR RI dalam 3 periode . Sehingga dia yakin uang yang dikelolanya mencapai Rp.10 miliar.

Edy mengaku tidak mengetahui bahwa ada uang yang dibelanjakan melalui Amiril tersebut ada yang berasal dari PT. ACK.

Edy menyatakan , sejak awal memulai karir sebagai anggota DPR RI dia selalu ingat pesan orangtuanya untuk selalu berkata jujur serta mengabdi jangan setengah setengah .

Edy Prabowo juga mengungkapkan dia saat ini memiliki sekitar 400 anak asuh , dari niat nya semula hanya 10 ornag., Menurut Edy rencananya semuanya akan disekolahkan hingga jenjang S1 bahkan S2 seperti yang dilakukan terhadap Safri dan Amiril Mukminin serta Sespri lainya.

Insert :

Sebelumnya , Amiril Mukminin mengaku untuk mengisi keuangan yang dikelolanya dia meminta rekening atas nama Amri dan Ahmad Bachtiar selaku nominee di PT ACK dan dengan leluasa mengambil dan  mengirimkan uang untuk keperluan menteri kelautan Edy Prabowo tersebut.

Menurut Amiril total mencapai Rp12 miliar seluruh penggunaan dsn penerimaan dari 2 rekening yang dikelola tsb .

Amiril juga mengungkapkan pendapatannya selaku Sespri dia juga memiliki
Usaha kayu lawasan barang antik di Sumenep , jual beli mobil , ternak lele dan berjualan buah segar diantaranya duren musang king.
Amiril mengaku salah atas kelalaiannya ,dia berjanji utk tidak mengulangi lagi,  serta mohon maaf kepada JPU dan majelis agar dituntut atau dihukum seringan ringannya.

Insert :

Sementara itu Safri  mengakui telah menerima uang 77 ribu dolar Amerika kemudian diserahkan keamiril mukminin , 26 ribu USD dipakai sendiri dan telah dikembalikan ke KPK dalam bentuk rupiah.

Safri juga mengakui kesalahan dan menyatakan keterangan sebenarnya ,serta meminta dihukum seringan ringannya.

Kemudian  Ainul Faqih selaku staff ahli anggota DPR RI Iis Rosita Dewi mengaku salah karena meminjamkan rekening nya untuk transaksi uang Rp 3.4 miliar, serta menyatakan meminta maaf karena dia tidak bekerja diKementrian kelautan dan perikanan tapi menjadi tersangka dalam kasus ekspor benur diKKP tersebut.

Kemudian Pemilik PT. ACK menyatakan menyesal dan mengakui keterlibatannya , merasa malu dan sangat sedih ,  apalagi hakim ketua mengetahui soal latar belakang dan historisnya ketika dia sekolah di colesse Loyola dan menjadi penjaga sekolah jaga Kantin dan sehingga sekolah tidak dipungut biaya.

Siswandi juga menjadi malu berada di kursi pesakitan, terkait kebaikan dan bimbingan frater Markus adik Sofyan Wanandi, serta Sofyan Wanandi  yang sempat mensupprot peluncuran e-commerce beberapa waktu lalu.

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *