KANNI Bagian Indonesia Timur Angkat Bicara Terkait Pemberitaan Salasatu Media

Berita79 Dilihat

ManadoKomandonews.com – Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven OE Kandouw mengingatkan warga mewaspadai cuaca ekstrem yang beberapa hari belakangan ini melanda Provinsi di ujung utara pulau Sulawesi tersebut.

“Menurut BMKG dominasi curah hujan masih tinggi, intensitasnya berada di atas normal,” kata Wagub Steven di Manado,

Oleh karena itu dia berharap, warga yang bermukim di sempadan sungai, di lereng-lereng atau lembah agar mewaspadai potensi bencana banjir dan tanah longsor.

Sebelumnya BMKG sudah memberikan peringatan akan cuaca yang akan terjadi sepanjang harinya melalui halaman www.bmkg.go.id

Wagub juga berharap pemerintah kabupaten dan kota terus mengingatkan warga agar peduli terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.

“Kami mengajak pemerintah kabupaten dan kota, instansi terkait di daerah terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD memberikan peringatan khusus kepada masyarakat supaya peduli terhadap cuaca ekstrem,” ujarnya.

Dia berharap warga tetap terhindar dari bencana, hujannya tidak terlalu ekstrem serta tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau terjadi bencana pun, BPBD sudah siap. Untuk prakiraan cuaca pada beberapa wilayah diSulut pada tanggal 30 Juni dapat dilihat pada halaman www.bmkg.go.id”. ujarnya

Disamping itu juga Komite Advokasi Hukum Indonesia angkat bicara terkait pemberitaan yang di layangkan salasatu media yang diduga menggiring Opini tanpa Konfirmasi.

Komite Advokasi Hukum Indonesia bagian Timur Chandra Damopolii tidak membenarkan pemberitaan tersebut, karena sudah hampir satu bulan ini wilayah Sulawesi utara ini terus di guyur hujan yang sangat deras dan bahkan Pemerintah Provinsi juga sudah mengingatkan agar selalu waspada di cuaca ekstrem seperti ini.

“Penggiringan Opini yang sangat berlebihan yang dilayangkan salasatu media ini sangat merugikan pihak tertentu,” tegasnya

Adapun permasalahan tambang yang ada di wilayah Ratatotok yang diduga menjadi penyebab banjir itu tidak benar sama sekali.

“dilokasi tersebut tidak terjadi apa-apa dan bahkan masyarakat sekitarpun yang mencari nafkah disana biasa biasa saja,” tukasnya. (Rial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *