Artis Pemeran Sinetron GGS Menjadi Korban Penipuan, Polisi Datangi Rumah Pelaku

Jakarta, Komandonews – Masih ingatkan dengan Fahri Azmi artis pemeran GGS (Ganteng Ganteng Serigala)?, dikabarkan dia menjadi korban penipuan. Sosoknya pun mendadak jadi sorotan setelah mendatangi Polres Metro Jakarta Barat pada Jumat, 27 Agustus 2021.

Selanjutya, pada malam hari (27/08) Unit Kriminal Umum (Krimum) Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat langsung menggeledah rumah pelaku penipu itu, yang konon katanya berkedok sebagai orang utusan presiden Joko Widodo berinisial AH.

Diketahui, Fahri (25) datang ke kantor polisi melengkapi berkas kasus penipuan sejumlah uang yang menimpanya beberapa waktu lalu. “Hari ini dalam rangka berita acara tambahan (BAP) tambahan dimana penyidik menanyakan mengenai barang bukti,” katanya.

Penipuan dilakukan oleh temannya sendiri oleh AH. Selama pemeriksaan, Fahri menjelaskan soal barang bukti yang sempat hendak dibakar.

Fahri juga menyebut pemeriksaan dilakukan untuk menggali keterangan korban-korban lain selain dirinya.

“Menanyakan korban-korban yang lain jadi karena korbannya sudah banyak penyidik menggali lebih dalam lagi, karena memang saya punya group WA korban-korban ni sudah mencapai puluhan orang korbannya,” terang Fahri.

Dalam hal ini modus pelaku sendiri menipu dengan mengaku sebagai utusan presiden, AH lalu mendekati korban dan meminta bantuan, entah bantuan bisnis atau pinjam uang. Fahri tertipu dengan jumlah uang mencapai Rp 75 Juta.

“Jadi dia itu membuat dirinya seorang pejabat, pejabat negara penting lalu dia masuk ke kalangan pengusaha bisnis, modus dia ngajakin bisnis. Kalau saya sendiri modusnya dia itu limit transfernya habis karena dia merasa dia orang penting dan pejabat saya percaya saya talangin,” kata artis pemain sinetron Ganteng-ganteng Serigala.

Namun seiring berjalan waktu, uang Fahri tidak dikembalikan. Sementara itu, Wakasat Reskrim Polres Metro Jakbar AKP Niko Purba didampingi Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat Akp Avrilendy membenarkan bahwa penyidik memanggil Fahri untuk memenuhi keterangan.

“Minta keterangan tambahan untuk mencari yang kami butuhkan,” kata Niko.

Tidak menutup kemungkinan, penyidik akan melakukan penggeledahan ke rumah terduga pelaku yang berada di sekitar wilayah Jakarta Barat.

“Kami mencari bukti lain sebagaimana yang disampaikan oleh korban, kemungkinan kami juga melakukan penggeledahan ke tempat terduga pelaku,” kata Niko.

Seperti diketahui, Fahri yang melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oleh AH ke Polda Metro Jaya, Rabu (14/7) bulan lalu.

Lebih lanjut, di hari yang sama Fahri mendatangi kantor Polres Metro Jakarta Barat. Malam harinya Polisi mendatangi rumah pelaku AH yang berlokasi di komplek Taman Villa Mulia, Kembangan, Jakarta Barat.

” Tentu, sebelum melakukan penggeledahan rumah pelaku, kami (polisi) meminta izin kepada ketua RW setempat ” ujar Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono saat dikonfrimasi, Jumat, 27/8/2021.

Tak lama berselang dan usai mendapat izin, polisi yang didampingi sekuriti komplek mulai melakukan penggeledahan.

Penggeledahan ini dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim umum Polres Metro Jakarta Barat AKP Avrilendy dan Kasubnit Jatanras Ipda M Rizky Ali Akbar bersama anggotanya langsung mendobrak pintu samping rumah lantaran sempat terkunci.

“Kami terpaksa mendobrak pintu lantaran, pintu terkunci,” kata Avrilendy.

Setelah pintu didobrak, Avrilendi beserta jajarannya terlihat membawa satu kardus berukuran dan satu buah mesin printer dari dalam rumah.

“Kami sedang melakukan proses penggeledahan di rumah pelaku,” ucapnya.

Namun saat ditanya barang yang dibawa petugas dari rumah pelaku, Avril enggan menyebutkan lebih detil.

“Untuk keterangan lebih lanjut akan disampaikan di konferensi pers, mohon doanya untuk pengungkapan ini,” kata Avrilendy

Penggeledahan ini buntut dari adanya laporan artis peran Fahri Azmi (25) atas dugaan penipuan uang.

Dalam menjalani modus penipuan, pelaku turut memalsukan surat-surat yang mencatut nama pejabat negara mulai dari Presiden Joko Widodo sampai jajaran menteri agar para korban percaya.

Fahri yang melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan oleh AH ke Polda Metro Jaya, Rabu (14/7) bulan lalu.

Adapun laporan tersebur terdaftar dengan nomor LP/B/3472/VII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya.

{Red}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *