Di Luar Sidang Jeck Rahman Pemalsuan KTP, Zubaidah: Wa Engga Dibalas Kami Minta Pertanggung Jawaban

Jakarta, Komandonews – Pengadilan Negeri Tanggerang Kelas I A, hari ini Selasa (24/08/2021) pagi, menggelar sidang pemalsuan identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan terdakwa, Suhaimi Bin Abdurrahman alias Jeck Rahman WNA asal Malaysia.

Pada sidang yang digelar diketuai oleh Didit Susilo Guntono, S.H. MH, dengan hakim anggota Dr Handri Hengky, S.H. M.H dan Arie Satio, S.H. M.H dan Jaksa penuntut umum Eva Novianti Nababan. S.H.

Indentitas KTP Jack Rahman tersebut diketahui beralamat di Sudimara Jaya, Ciledug Tangerang, dan berkelahiran di Pemalang Jawa Tengah.

Suhaimi alias Jack Rahman didakwa terancam pasal 266 KUHP melakukan pemalsuan dokumen identitas diri berupa KTP. Sebagai warga negara Malaysia Suhaimi diduga memiliki KTP Indonesia tanpa prosedur yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Usai bersidang, Jack Rahman keluar meninggalkan ruang sidang, ia enggan berkomentar saat dimintai keterangan dari awak media yang hadir dalam persidangan tersebut, terkait proses hukum yang dialaminya.

Diluar kasus pemalsuan identitas, Suhaimi diduga melakukan tindak pidana penipuan dengan cara iming-iming ke para korban untuk membeli produck zetaspace yang dia tawarkan.

“Melalui caranya, para korban banyak yang sudah memberikan uangnya lewat transfer dengan ratusan juta, setiap korban. Jumlah keseluruhan 320 orang dari berbagai daerah dengan kerugian bervariasi, total jumlah uang yang Jack dapati hampir 50 M,” kata Rizal sebagai korban.

Sambung RR warga BSD Tangerang yang ikut menjadi korban menjelaskan, bahwa kasus penipuan tersebut sudah di laporkan ke pihak Polda Metro Jaya, dan masih menunggu penyelidikan dari pihak kepolisian.

“Pelaku saat itu saya hubungi sulit, bahkan kami sudah datang ke kantor di Jakarta, namun setelah kami datangi kantornya sudah tidak ada alias tutup, dari kasus penipuan ini, kami telah di rugikan Rp 755 juta dan bukti transfer juga kami ada dan lengkap” ungkapnya.

Hal senada, Zubaidah salah seorang yang mengaku sebagai korban penipuan juga menerangkan, selama ini hilang kontak dengan Suhaimi dan sulit untuk dihubungi.

“Ditelpon tidak diangkat, Wa tidak dibalas, maka kami sengaja datang ke sidang ini untuk minta pertanggung jawaban dari Suhaimi alias Jack Rahman,” jelas Zubaidah, Selasa (24/8/2021).

Lanjut Zubaedah, ia menginginkan agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik dan cepat selesai serta menemukan titik terang atas permasalahan tersebut.

“Kami hanya ingin Uang kami dikembalikan secara utuh. Saya sudah kehilangan uang akibat transaksi bisnis dengan Suhaimi sekitar Rp 620 juta Rupiah” kata Zubaidah.

{Red}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *