Sungguh miris Orang Yang Sudah Meninggal Masih Bisa Mengikuti Pilkades

Jakarta, Komandonews – Kabupaten Serang Banten Puluhan wartawan dari berbagai media mendatangi kantor desa Lempuyang kecamatan Tanara kabupaten Serang Banten pada Senin, (16/08/21) berita hal tentang pemilihan yang dianggap janggal dan tidak masuk akal.

Kejadian ini berawal dengan adanya berita tentang salah seorang warga setempat yang mengikuti pemilihan kepala desa, bukan tanpa sebab warga mendatangi kantor desa tersebut dikarenakan ada salah seorang calon yang sudah meninggal dunia namun di ikut sertakan kembali dalam pemilihan.

Ini jelas janggal dan menyalahi aturan dalam pemilihan calon peserta, juga menyalahi perundang-undangan yang diatur oleh pemerintah, dan melanggar aturan serta demokrasi yang selama ini sudah berjalan sebagai mana mestinya.

Pada saat wawancara, salah seorang dari anggota Badan Pemusyawaratan Desa ( BPD) Desa Lempuyang menyampaikan sikap tegasnya serta menolak Pilkades serentak tahun 2021 yang di laksanakan dengan calon tunggal dan dinilai tidak demokrasi.

Telah diketahui, Calon Kades Lempuyang dengan Nomor Urut 02, Saepudin telah meninggal dunia, dan tidak mungkin orang yang telah meninggal dan bisa mencalonkan diri kembali untuk memimpin desa tesebut.

Menurut Matlub selaku anggota BPD desa Lempuyang, Karena berbagai pertimbangan-pertimbangan dan menghindari hal-hal yang tidak di inginkan terjadi, segenap Anggota BPD beserta warga Lempuyang menolak untuk dilanjutkan nya Pilkades dengan Calon Tunggal.

” Kami selaku anggota BPD beserta warga masyarakat desa lempuyang, dengan tegas menolak Pilkades Desa lempuyang dengan Calon Tunggal dilanjutkan, karena kami anggap tidak demokratis apabila Pilkades dilanjutkan” Ucap Matlub.

Hal senada dikatakan Salah seorang Panwas Pilkades Lempuyang, H Hilman Afat ia juga mengatakan dengan tegas sikap pribadinya untuk menolak pelaksanaan Pilkades dengan calon tunggal dan dinilai tidak demokratis.

“Secara pribadi saya menolak Pilkades Lempuyang dengan calon tunggal, saya harap agar pemilihan tersebut di batalkan, karena saya anggap bila calon tunggal nilai demokrasi nya akan hilang serta mencederai demokrasi itu sendiri,” terangnya

Lebih lanjut H. Hilman mengatakan “Bila Pilkades ini dilanjutkan dengan acuan Perbup 53 telah menghilangkan esensi dari demokrasi itu sendiri dan tidak baik serta melanggar perudang-undangan yang ada,” tuturnya.

” Saya berharap adanya diskresi ataupun revisi dari pasal tersebut untuk menetapkan hukum yang jelas, agar tercipta kedamaian, ketentraman kepada masyarakat Khususnya desa lempuyang ini ” Jelasnya.

{Subli}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *