Indonesia Tuan Rumah Konferensi Akademis Ekonomi Dunia

Jakarta, Komandonews – Kamis (1 Juli 2021) Kementerian Keuangan akan menjadi tuan rumah kongres akademis bidang ekonomi terbesar di dunia (International Economic Association/IEA) ke-19 yang diselenggarakan secara daring mulai dari 2 – 6 Juli 2021. IEA ke-19 yang membawa tema “Equity, Sustainability and Prosperity in a Fractured World” ini menjadi wadah bagi para profesional dan akademisi dunia untuk bertukar pandangan terkait perkembangan dan tantangan ekonomi terkini.

IEA ke-19 akan mendiskusikan berbagai topik mulai dari krisis ekonomi, lingkungan, gender, hingga populisme. Kehadiran IEA menjadi semakin penting untuk mendiskusikan solusi inovatif di tengah pandemi Covid-19 mengingat seluruh negara memiliki komitmen Bersama dalam membangun kembali dan mengakselerasi pemulihan ekonomi dunia.

Krisis ekonomi yang terjadi di dunia selalu menuntut perubahan profesi ekonomi dan pemikiran baru para ekonom dalam menghadapi tatanan ekonomi yang berubah. Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengungkapkan kongres IEA merupakan forum yang sangat strategis. Oleh karena itu, Ia mendorong para akademisi dan profesional yang akan terlibat, memanfaatkan momentum tersebut untuk bersama menggali inovasi dan solusi terbaik untuk keluar dari krisis saat ini dan di masa yang akan datang.

“Tekanan sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid – 19 sangat berat, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga seluruh negara di dunia. Dengan adanya kongres ini, kami berharap Indonesia dapat memperoleh masukan dalam menyusun kebijakan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi dan mendorong ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan di masa depan”, ujar Febrio.

Febri Kacaribu menambahkan Kongres IEA diselenggarakan dengan menjaga diversitas baik dalam hal substansi maupun representasi dari peserta kongres. Tidak hanya isu ekonomi, dalam forum ini, juga akan dibahas isu besar lainnya seperti keberlanjutan lingkungan, ketimpangan gender, ras, dan pendapatan, bangkitnya populisme, serta globalisasi. Area baru seperti ekonomi perilaku, ekonomi politik, dan ekonomi budaya juga menjadi area penting yang akan dieksplorasi di luar ekonomi “tradisional”.

Kongres Dunia IEA adalah kesempatan bagi para praktisi dan akademisi ekonomi untuk mengeskalasi disukusi dan pembicaraan yang sedang berlangsung di bidang ekonomi ke level dunia. Dalam kongres yang akan berlangsung selama 5 hari tersebut, akan ada total 40 sesi yang terbagi dalam sesi pleno, panel dan presentasi makalah dengan lebih dari 100 pembicara yang akan berpartisipasi.

Beberapa figur penting yang akan hadir dalam kongres tersebut antara lain Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati; Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara; Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia, Mari Elka Pangestu; Presiden ADB, Masatsugu Asakawa; Ketua IEA, Kaushik Basu; dan Pemenang Nobel bidang Ekonomi, Joseph Stiglitz. Pendaftaran dan informasi lebih lanjut terkait penyelenggaraan kongres IEA dapat dilakukan melalui www.ieawc2021.org
(Sumber Bagian Infokom Kemenkeu).

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *