Buronan Selama 10 Tahun Dalam Kasus Percobaan Pembunuhan Di Tangkap Oleh Kejagung

Jakarta, Komandonews – Kejaksaan Agung kembali Tangkap Buronan di Singapura, dia adalah buronan 10 tahun Terpidana perkara percobaan pembunuhan Hendra Subrata akhirnya dijemput oleh kejagung dari Singapura untuk dikembalikan ke Indonesia.

Dalam keterangan pers yang disampaikan oleh kepala pusat penerangan hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak Sabtu malam (27/6/2021). Hendra Subrata semula akan diterbangkan bersamaan dengan buronan terpidana pembalakan liar Adelin Lis sepekan lalu. Akan tetapi karena tingkat kesulitan teknis pelaksanaan akhirnya Adelin Lis didahulukan, karena dalam prosesnya memelukan diplomasi tingkat tinggi antar kedua negara.

Berbeda dengan Adelin Lis yang sebelumnya ditangkap dan diadili disingapura atas perkara pemalsuan dokumen keimigrasian yang kemudian kejaksaan agung mengirimkan pesawat charter untuk membawanya kembali ke Indonesia , sementara Hendra subrata dengan sukarela membeli tiket pesawat bersama istinya untuk kembali ke Indonesia , setelah kedapatan menggunakan identitas palsu dengan nama Endang Rifai .

Adapun saat pengurusan perpanjangan paspor atas alasan menderita stroke Hendra  memerintahkan istrinya untuk memperpanjang paspor atas nama Endang rifai tersebut ke atase keimigrasian  KBRI di singapura.

Menurut Leo Simanjuntak, ketika petugas memeriksa foto, KTP an Endang Rifai tersebut ternyata mirip dengan buronan kejaksaan negeri Jakarta barat sejak September 2011 lalu.

Kemudian atase kejaksaan bekerja sama dengan pihak atase polisi disingapura menelusuri serta memeriksa sidik jari kepada yang bersangkutan yang ternyata identik Nama Endang Rifai adalah Hendra Subrata berganti identitas lengkap dengan alamat yang juga berganti dari semula warga Palmerah Jakarta barat menjadi Endang Rifai alias Hendra subrata selaku warga  Tangerang .

Kapuspenkum kejaksaan agung Leo simanjuntak mengungkapkan Hendra yang kini berumur 81 tahun tersebut sebelumnya dituntut 7 tahun penjara oleh JPU kejaksaan negeri Jakarta barat pada awal tahun 2009, kemudian  oleh pengadilan Jakarta barat Hendra dihukum 4 tahun pidana penjara dan dialihkan dari tahanan badan menjadi tahanan kota.

Akan tetapi Hendra bersama istinya malah melarikan diri ke Singapura setelah upaya hukum banding ke pengadilan tinggi DKI serta pada tingkat kasasi dan 2 kali upaya PK ke mahkamah agung kandas.

Setelah kembali melakukan tes PCR kepada Hendra Subrata , Jaksa Penuntut umum kejaksaan negeri Jakarta barat kemudian melakukan penahanan ke rumah Tahanan kejaksaan agung di Bulungan Jakarta Selatan , dengan prosedur mengikuti protokol kesehatan 14 hari menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu.

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *