Mantan Direktur Teknik Garuda Hadinoto Soedigno Divonis 8 Tahun Penjara

Jakarta, Komandonews – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Akhirnya menjatuhkan Hukuman .8 tahun Pidana Penjara kepada Mantan Direktur Tehnik Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno dalam perkara dugaan suap pembelian pesawat di PT Garuda tahun 2004-2014 lalu. Rabu (23/6/2021).

Sidang yang dipimpin oleh Rosmina digelar secara virtual ditengah kantor pengadilan negeri Jakarta pusat menghentikan operasionalnya akibat 27 pegawainya terpapar covid 19.

Selain Vonis 8 tahun pidana penjara , Hadinoto juga dijatuhi Hukuman denda Rp 1 miliar subisdair 3 bulan kurungan. Serta biaya pengganti senilai 2,3 juta dolar Amerika, dan 477 ribu euro atau setara dengan  3,7 juta dolar sin subsider 4 tahun.

Vonis lebih ringanĀ  dari tuntutan jaksa KPK yang sebelumnya mengajukan hukuman kepada Hadinoto selama 12 tahun denda Rp.10 miliar subsider 8 bulan kurungan serta uang pengganti 2,3 juta dolar Amerika dan 477 ribu euro atau setara 3,7 juta dolar Singapura subsider 6 tahun.

Hadinoto dinilai telah terbukti bersalah bersama sama dengan mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar dan Captain Agus Wahyudo  melanggar dakwaan jaksa KPK sesuai pasal 12 UU Tipikor dan pasal 3 UU pencucian Uang.

Hadinoto dinilai telah terbukti menerima suap dari pabrik pesawat Airbus, Roll Royce  , ATR dan Bombardir terkait pengadaan
21 unit pesawat Airbus A 330 series , 25 unit Pesawat Airbus A 320 series ,  18 unit CRJ ,16 unit  ATR serta Pengadaan dan Pemeliharaan mesin Pesawat merek Roll Royce.

Suap yang diterima Hadinoto adalah senilai 2,3 juta dolar Amerika dan 477 ribu euro atau setara 3,7 juta dolar Singapura melalui perusahaan perantara yang dikendalikan bos Mugirekso Abadi yakni Sutikno Sudaryo.

Dalam menjatuhkan pidana Hakim menilai Keadaan memberatkan pada diri terdakwa Hadinoto Soedigno antara lain :
Perbuatan Hadinoto dilakukan terhadap BUMN dalam bidang penerbangan yang menjadi kebanggan bangsa indonesia yang melekat lambang negara yang seharusnya dapat mengharumkan nama bangsa, tidak hanya tingkat nasional tapi juga internasional.

Terdakwa dinilai memperburuk citra indonesia dalam mata asing dalam menelola bisnis penerbangan yang bertaraf internasional, dan terdakwa Hadinoto dinilai tidak mengakui perbuatannya.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan pidana penjara sleama 8 tahun dan denda 1M dengan ketentuan apabila denda tak dibayar diganti 3 bulan kurungan.” Ujar Hakim Ketua Rosmina.

Atas vonis yang dijatuhkan Hadinoto yang didampingi tim penasehat hukumnya menyatakan pikir pikir sementara itu Jaksa Penuntut Umum KPK yang diketuai Ariawan Agustiartono menyatakan banding.

Terdakwa:” terima kasih yang mulia kalau diperkenankan saya pikir2 yang mulia,”
Jaksa: “izin atas vonis tersebut kami menyatakan banding yang mulia.”

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *