Sidang Lanjutan Korupsi Bansos Menghadirkan 6 Orang Saksi

Jakarta, Komandonews – Senin (14/6/2021) Pengadilan Tipikor Jakarta mengelar sidang lanjutan korupsi bansos di kementerian sosial, dalam sidang tersebut Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI,┬áHerman Heri disebut mendapatkan quota total 5,8 juta paket bansos sembako di Kemensos tahun 2020 lalu.

Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan bansos sembako Covid19 dikemensos dengan terdakwa mantan menteri sosial Juliari Piter Batubara dipengadilan Tipikor Jakarta Senen (14/6/2021).

Besaran kuota yang diterima perusahaan milik Herman Heri tersebut dikonfirmasi oleh hakim adhoc Joko Subagyo kepada saksi Ivo Wongkaren yang mengaku sebagai anak buah Herman Heri yang mengurus proyek bansos sembako dikemensos pada tahap ke 1 hingga ke 6 dengan menggunakan bendera perusahaan milik Herman Heri di PT.Dwi Mukti Graha elektrindo grub, serta PT. Anomali tersebut.

hakim menilai  pada proyek bansos ini dominasi penyaluran dibawah kendali penuh perusahaan milik Herman Hery tersebut.

Menurut Ivo wongkeran untuk  mengerjakan  proyek  tersebut dia mengaku mendapat kredit  atau dibiayai oleh bank mandiri berdasarkan sppjb proyek bansos sembako dwri panitia penggadaan

Dari 11 orang saksi yang dijadwalkan yang diperdengarkan kesaksiannya,
Hanyalah 6 orang saksi adapun sidang pekan berikutnya memasuki keterangan ahli.

Diberitakan, Juliari didakwa menerima uang suap Rp32,4 miliar berkaitan dengan pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dalam rangka penanganan virus Corona atau COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos).

Uang yang diterima juliari dari Harry , Ardian serta para vendor bansos lainya tersebut diduga  dari potongan fee bansos Rp10 ribu per paket yang dipungut oleh Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen proyek bansos sembako Jabodetabek dikemensos tahun 2020 lalu.

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *