Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Di Bank BTN Menghadirkan 4 Orang Saksi

Jakarta, Komandonews – Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta kembali mengelar sidang lanjutan serta menghadirkan 4 orang saksi dalam perkara dugaan korupsi di Bank BTN untuk terdakwa mantan Dirut PT BTN Persero Sumaryono dkk.

Keempat orang yang dihadirkan dalam sidang kali ini, mereka adalah kepala cabang BTN Harmoni Paiman, Analis Restrukturisasi di BTN Helmi, VP Finace PT. Archipelago Heru Mukrom dan Tejo Suryo Laksono dari PT. Graha TBK.

Mereka menerangkan seputar proses pencairan kredit dari BTN kepada perusahaan properti PT.Titanium yang membuat hotel serta apartemen melalui cabang BTN Harmoni.

Seperti yang disampaikan oleh Paiman dan Helmi bahwa semula ada perjanjian pengelolaan bersama yakni pengelolaan Hotel antara perdua (2) tahun perjanjian antara PT Archipelago dengan PT. Titanium Properti .

Adapun Tejo Suryo Laksono mengungkapkan pernah mendapatkan bantuan pengurusan oleh Ihsan Hasan komisaris Titanium terkait pengajuan kredit di Bank BTN untuk perusahaannya yakni PT. graha TBK , tapi kemudiam dibatalkannya karena uang pencairannya dinilai tidak mencukupi.

Diberitakan terdakwa Dirut PT BTN Sumaryono ,Widhi Kusuma Purwanto (menantu Maryono), dan Ikhsan Hasan, Yunan Anwar, didakwa bersama sama terkait dugaan korupsi pengajuan kredit konstruksi PT. Titanium properti senilai Rp.160 miliar dan PT. Pelangi Putera Mandiri sebesar Rp.117 miliar tahun 2013 lalu.

Kredit tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi bukan kepentingan proyek, dan diduga untuk  memperkaya diri dan orang lain dan korporasi diantaranya memperkaya Dirut BTN Maryono.

Uang diberikan atas kelancaran pencairan kredit PT Titanium antara lain kepada Maryono memalui Widhi Kusuma Purwanto sebesar Rp 700juta , Gofer effendi dan Yunan Anwar Rp. 2 miliar.

{Red}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *