Matheus Joko Santoso Mendapat Informasi Ada Penyadapan, Diminta Mengganti HP Berikut Nomornya

Jakarta, Komandonews – Senin (7/6/2021) Mantan Pejabat Pembuat Komitmen PPK Bansos Matheus Joko Santoso membenarkan pernah diminta mengganti HP berikut Nomor karena mendapat informasi ada penyadapan.

Matheus juga mengungkapkan dirinya diminta mengeluarkan uang dari hasil pengumpulan fee untuk membeli handphone yang akan dibagikan ke jajaran pimpinan kementrian sosial senilai Rp 140juta.

Menurut Matheus informasi yang diterima terkait adanya penyadapan disampaikan oleh Kukuh Ariwibowo Staffsus Menteri sosial dan Kabiro umum Kemensos Adi Wahyono yang kemudian dikuatkan informasinya dari Erwin Tobing salah seorang tim teknis Mensos Juliari yang juga merupakan pensiunan polisi.

Selain diminta membeli dan menganti handphone beserta nomornya , Matheus juga membenarkan diminta untuk menghilangkan barang bukti diantaranya diminta membanting laptop miliknya yang diduga berisi catatan catatan pemberian fee proyek bansos. Tapi hal tersebut tidak dilakukannya karena dia mengaku tidak pernah menyimpan catatan soal bansos di laptop miliknya.

” BAP 96, bahwa saya pernah diminta untuk membanting dan mengganti laptop pribadi saya agar menghilangkan catatan terkait penerimaan uang komitmen dan penyerahan uang kepada menteri “. Tanya Jaksa KPK.

” Betul ” jawab Matheus.

Selain diminta menghilangkan barang bukti , Matheus Joko Santoso juga mengaku terpaksa menyimpan uang2 yang jumlahnya miliaran rupiah di rumah kontrakan Daning Saraswasti ,dari apartemen nya karena merasa telah diikuti orang atau dipantau terkait kegiatan pengumpulan uang fee tersebut.

Sidang dengan terdakwa mantan menteri sosial Juliari Pitet Batubara ,mengagendakan  keterangan 6 orang saksi , yakni Pejabat Pembuat Komitmen Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono utk dikonfrontir ,  kemudian Agustri Yogasmara, Dino Aprilianto (PT Restu Sinergi), Raka Iman Topan (PT Afira Indah Megatama dan PT Anasta Foxcoindo) dan
Riski Riswandi (CV Bahtera Assa)

Sidang berlangsung sejak pukul 10 pagi tersebut hingga Senen  malam baru mendengarkan satu saksi yakni Matheus Joko Santoso.

Matheus dalam kesaksiannya juga membeberkan seluruh catatan penerimaan fee dari para vendor senilai total Rp 31,6 miliar rupiah dengan rincian Rp. 19 miliar diterimanya pada putaran pertama proyek bansos dan Rp 12,5 miliar pada putaran kedua penyaluran bansos sembako se-jabodetabek tersebut.

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *