KPK Rampas Rp.12,5 miliar Dari Mantan Menpora Imam Nahrawi.

Jakarta, Komandonews – Jumat (4/6/2021) KPK berhasil merampas uang milik mantan menpora Imam Nahrawi sebesar Rp 12,5 miliar terkait kasus korupsi bantuan dana hibah KONI Pusat dari Kemenpora tahun anggaran 2018lalu.

Pelaksana Tugas Jurubicara KPK Ali Fikri dalam pesan medsos mengatakan, Eksekusi dilakukan oleh Jaksa KPK Rusdi Amin dan Andry Prihandono atas putusan MA RI Nomor : 485 K/Pid. Sus/2021 tanggal 15 Maret 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi  DKI Jakarta Nomor : 30/PID.SUS-TPK/2020/ PT DKI. JKT tanggal 8 Oktober 2020 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor : 9/Pid.Sus/ TPK/2020/PN. Jkt. Pst tanggal 29 Juni 2020 dengan terpidana Imam Nahrawi

” Penyetoran uang rampasan ke kas negara sebagai bentuk komitmen nyata pelaksanaan  aset recovery dari hasil tindak pidana korupsi.” Ujar Ali Fikri dijakarta , Jumat (4/6/2021).

Diketahui, Mahkamah Agung menolak upaya hukum kasasi yang diajukan Imam Nahrawi. Dengan ditolaknya kasasi tersebut, maka Imam tetap menjalani pidana 7 tahun penjara denda sebesar Rp 400 juta subsider tiga bulan kurungan.

Majelis Hakim MA yang menangani perkara ini adalah Krisna Harahap, Abdul Latif, dan Suhadi yang dalam amar putusannya, memperkuat vonis Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat terhadap Imam.

Hakim menyatakan Imam terbukti bersalah menerima suap dan gratifikasi secara bersama-sama. Selain pidana bui, Imam juga didenda sebesar Rp 400 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Selain pidana badan, Mahkamah Agung juga menjatuhkan pidana tambahan pembayaran uang pengganti kepada Imam, yakni uang sejumlah Rp19.1miliar . Uang itu harus dibayar Imam paling lama satu bulan setelah vonis berkekuatan hukum tetap.

Jika dalam jangka waktu tersebut tak dibayarkan, maka harta benda Imam akan disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Namun jika hartanya tak cukup untuk membayar uang pengganti, maka diganti pidana penjara selama 3 tahun.

Dalam putusan Majelis Hakim MA juga menjatuhkan hukuman tambahan pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun terhitung sejak Imam selesai menjalani pidana pokok.

Vonis Imam Nahrawi ini diketahui lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK, yakni 10 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Imam terbukti korupsi dengan menerima suap Rp 11,5 miliar bersama asistennya, Miftahul Ulum terkait proses dana hibah KONI tahun 2018 lalu.

Selain suap, melalui perantara Miftahul Ulum, Imam juga diduga menerima gratifikasi Rp 8,64 miliar yang didapat dari berbagai sumber.

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *