KPK Eksekusi Terpidana Vendor Bansos Harry Van Sidabuke Dan Ardian Iskandar Madanatja

Jakarta, Komandonews – Kamis (3/6/2021) 2 orang Pengusaha Vendor Bansos dari PT. Mandala Hamonangan Sude , Harry Van Sidabuke dan dari PT. Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Madanatja dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Lapas Sukamiskin Bandung Jawabarat dan Lapas Cibinong Bogor Jawabarat.

Pelaksana Tugas Jurubicara KPK Ali Fikri mengungkapkan kedua terpidana akan menjalani kurungan masing selama 4 tahun yakni kepada Ardian Iskandar Maddanatja dengan cara memasukkannya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong Bogor Jawabarat.
Kemudian Harry Van Sidabukke ke
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Sukamiskin , Bandung Jawabarat.

” Masing2 terpidana juga dibebani membayar denda sejumlah Rp100 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan.” Ujar Ali Fikri diJakarta, Jumat (4/6/2021).

Dalam perkara ini, Ardian dinilai telah terbukti bersalah melanggar pasal 5 UU Tipikor yakni menyuap mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan 2 pejabat Kemensos Adi Wahyono serta Matheus Joko Santoso senilai total Rp 1.9 miliar .

Suap  terkait dengan penunjukan Ardian melalui PT. Tigapilar Agro Utama, sebagai penyedia Bantuan Sosial Sembako Dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kementerian Sosial Tahun 2020 tahap 9, tahap 10, tahap komunitas dan tahap 12 sebanyak 115.000 paket.

Sementara itu
Harry dinilai telah terbukti menyuap Juliari P Batubara senilai total Rp1,28 miliar terkait penunjukkan PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude (MHS) sebagai penyedia bansos sembako COVID-19 tahap 1, 3, 5, 6, 7, 8, 9 dan 10 yang seluruhnya sebanyak 1.519.256 paket.

Suap diberikan melalui dua anak buah Juliari yaitu Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako COVID-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos periode April-Oktober 2020 dan Adi Wahyono selaku Kabiro Umum Kemensos dan PPK pengadaan bansos sembako COVID-19 periode Oktober-Desember 2020.

PT MHS diketahui tidak memenuhi kualifikasi sebagai penyedia bansos COVID-19 sehingga Harry menemui Lalan Sukmaya selaku Direktur Operasional PT Pertani (Persero) yang telah ditunjuk sebagai salah satu penyedia barang bansos sejak 15 April 2020.

Pertemuan terjadi pada 16 April 2020 di kantor PT Pertani. Lalan pun setuju Harry menyuplai barang-barang non-beras yang dilaksanakan PT Pertani dengan kesepakatan bahwa biaya-biaya untuk operasional dalam hal apapun dengan pihak luar akan menjadi tanggung jawab Harry.

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *