Mantan Direktur TekniK Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno Dituntut 12 Tahun

Jakarta, Komandonews – Rabu (3/6/2021) Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan pesawat dengan terdakwa mantan direktur teknik PT Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno.

Sidang yang dipimpin oleh Rosmina mengagendakan pembacaan tuntutan yang diajukan tim Jaksa Penuntut Umum KPK Ariawan Agustiartono dkk.kamis (3/6/2021).

Jaksa Menuntut Hadinoto dengan Hukuman 12 tahun pidana penjara denda Rp.10miliar Subsider 8 bulan kurungan .
Jaksa juga meminta agar majelis Hakim menjatuhkan Hukuman membayar  uang pengganti sebesar 2,3 juta dolar Amerika dan 477 ribu euro atau setara 3,7 juta dolar Singapura subsider 6 tahun.

Jaksa menilai berdasarkan fakta persidangan yang diperoleh dari alat bukti ,keterangan belasan orang saksi dan ahli yang dihadirkan perbuatan Hadinoto telah terbukti sesuai dengan dakwaan kesatu alternatif pertama melanggar pasal 12 huruf a UU Tipikor yakni pegawai negeri yang menerima hadiah atau janji
Serta melanggar  pasal 3 UU No.8 2010 UU pencucian Uang dalam Dakwaan Kedua.

Hadinoto bersama dengan Emirsyah Satar dan Captain Agus Wahyudo dinilai
Terbukti melakukan intervensi menguntungkan perusahaan tertentu , mengangkat perusahaan intermediary milik Sutikno Sudaryo diluar pengetahuan tim pengadaan pesawat yang resmi dibentuk garuda .  Yakni pada proyek pengadaan di Garuda Indonesia  dalam Kurun waktu 2004 -2014 Pada Pengadaan dan Pemeliharaan  mesin roll Royce , 21 unit pesawat Airbus A 330 series , 25 unit Pesawat Airbus A 320 series ,  18 unit CRJ dan 16 unit  ATR

Hadinoto Seodigno selaku Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada Garuda Indonesia, serta selaku direktur produksi PT Citilink Indonesia Menerima Fee berupa uang  2,3 juta dolar sin, 477 ribu Euro melalui  perusahaan Intermediary yang dikendalikan Sutikno Sudaryo dalam pengadaan pesawat ,serta  fasilitas hotel ,dan jet eksekutif rute Denpasar Jakarta yang dibayar PT Mugi Rekso Abadi Milik Sutikno Sudaryo.

Menurut Jaksa , Perusahan Intermediary yang dikendalikan Sutikno Sudaryo antaralain Connaught International Pte Ltd )(kenot) ,PT Ardhyaparamita Ayuprakarsa,  dan Summerville Pasific Inc. ( Perusahaan terafiliasi dengan kenot.)

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *