KPK Tahan Wadirut PT. Adonara Propertindo Tersangka Kasus Tanah Di Munjul

Jakarta, Komandonews – Rabu (2/6/2021) KPK lakukan penahanan kepada wakil direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah dimunjul pondok Ranggon Cipayung Jakarta Timur.

Penahanan merupakan tindaklanjut dari penetapan 4 tersangka yang telah diumumkan KPK pada 27 Mei 2021 lalu.

Anja merupakan tersangka kedua yang ditahan setelah seblmnya kpk menahan Direktur Utama Perusahaan Umum
Daerah Pembangunan Sarana Jaya; Yorry Corneles.

“Tim Penyidik hingga saat ini telah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 46 orang dan selanjutnya dilakukan upaya paksa
penahanan pada tersangka AR selama 20 hari terhitung sejak tanggal 2 Juni 2021 sampai dengan 21 Juni 2021 di Rutan Polda Metro Jaya. Sebelum penahanan, telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swabtest PCR Covid 19. ” Ujar Wakil Ketua KPK Lily Pintauli yang kemudian ditambahkan penjelasannya oleh Dirdik KPK Brigjen Pol Setyo Budiyanto diGedung KPK ,Rabu(2/6/2021).

Adapun terkait kapan KPK akan memanggil Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan karena pengadaan tanah Munjul tersebut diberitakan merupakan rekomendasi dari gubernur Anis. Dirdik KPK Setyo Budiyanto mengatakan pihaknya 
sejauh ini masih  melakukan pemeriksaan kepada pihak pihak yang terkait seperti telah memeriksa PLH Setda, BPKAD  hingga inspektorat.

Sehingga masih dilakukan pendalaman untuk kemudian mengkonfirmasi keterangan  tersbut apakah ada keterkaitan dengan rekomendasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Diberitakan ,KPK telah umumkan 4 tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, pondok Ranggon Cipayung Jakarta Timur.

Keempat tersangka tersebut antaralain, Dirut Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya;  Yoory Corneles, Wakil Direktur PT Adonara PropertindoAnja Runtuwene direktur PT Adonara Propertindo
Tommy Adrian dan korporasi PT. Adonara Propertindo.

Pengadaan tanah yang diduga menyalahi ketentuan tersebut mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp . 152,5 miliar .

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *