Ada Yang Berbeda Daning Panggil “Mas” Kepada PPK Bansos, Matheus Joko Santoso

Jakarta, Komandonews – Rekanan Kemensos Daning Saraswati Dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara korupsi bansos sembako dengan terdakwa Mantan Pejabat Pembuat Komitmen PPK Bansos Matheus Joko Santoso di Pengadilan Tipikor Jakarta , Rabu (2/6/2021).

Daning mengaku dikenalkan kepada pejabat Kemensos Mantheus Joko Santoso oleh sang kakak yang pegawai Kemensos kemdudian menjadi sangat akrab dengan Matheus bahkan mengakui Pejabat Kemensos tersebut tidur serumah dikontrakannya di kawasan Cakung Jakarta Timur.

Kemudian mendapat pekerjaan menjadi vendor penyedia bansos pada tahapan ke 10 hingga tahapan komunitas setelah dimodali Matheus Rp.3 miliar. Daning mengaku mendirikan perusahaan PT. Rajawali Parama Indonesia atau lebih populer di sebut Rapid tersebut bersama teman sekolahnya Wan Guntar dengan komposisi saham 50: 50 tapi tidak riil hanya pencantuman.

Menurut Daning , Wan Guntar kemudian dikenalkan kepada Matheus sekaligus untuk menjadi sopir pejabat Kemensos tersebut ,sehingga dia mengetahui ihwal uang modal perusahaannya berasal dari pengumpulan fee bansos dari para vendor, atas pembicaraan dari keduanya ( Matheus atau Wan Guntar).

” Uang berasal dari hasil kumpul , mendengar cerita dari Sanjaya dan Wan guntar , dirumah. Krn rumah jg dijadikan kantor.” Ungkap Daning.

Selain Akrab, Daning juga mengakui dibantu oleh Matheus Joko Santoso dalam pembelian 3 mobil Toyota Vios dan Toyota Cross serta Sebuah Rumah di Kawasan Cakung Jakarta Timur senilai Rp. 1,9 miliar.

Sidang pada Rabu 2 Juni 2021 jaksa KPK mengagendakan keterangan 7 orang saksi yakni

  1. Nuzulia Hamzah Nasution 2. Handhy Rezangka. 3. Daning Saraswati. 4. Agustri yogasmara 5. Dino aprilianto. 6. Raka iman topan. dan 7. Riski riswandi.

Diberitakan ,Pejabat Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa bersama mantan menteri sosial Juliari Peter Batubara dan Adi Wahyono  menerima suap dari
Pengusaha Pemilik PT.Mandala  Hamonagan Sude , Harry Van Sidabuke Rp.1.2 miliar,- , Ardian Iskandar Maddanatja sebesar Rp 1,9 miliar dan para pengusaha lainya Total Rp 29 Miliar.

Pemberian fee agar  meloloskan PT pertani Persero, PT.Hamonangan Sude dan PT. Tiga Pilar Agro Utama serta perusahaan penyedia bansos sembako lainya .

Yang kemudian selaku Pejabat Pembuat Komitmen PPK mendapat perintah dari  Menteri Sosial Juliari Piter Batubara agar mengutip uang fee  Rp.10 ribu setiap paket bansos sembako dari para rekanan Kemensos.

Dakwaan Kedua , turut serta dgn menggunakan perusahaan atau membuat perusahaan milik sendiri yakni PT. Rajawali Parama Indonesia .yang dikelola wan m Guntar ,  sebagai penyalur atau penyedia
bansos sembako Covid-19 di wilayah DKI , Kabupaten Bogor , Pemda depok ,Tangerang , Tangsel dan Bekasi.

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *