PPK Bansos Ungkap Jatah Kuota Herman Heri dan Ihsan Yunus.

Jakarta, Komandonews – Senin (31/5/2021) Pejabat Pembuat Komitmen Adi Wahyono ungkap menteri menuliskan coretan dibuku tabungannya terkait jatah Kuota Bansos Sembako Jabodetabek sebanyak 1,6 juta paket.

Hal tersebut dikatakannya saat Adi Wahyono dihadirkan menjadi saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi bansos dengan terdakwa Mantan Menteri Sosial Juliari Piter Batubara , Senen (31/5/2021).

Adi mengungkapkan dalam rincian dibuku tabungan BNI46 miliknya tertera jumlah kuota sebanyak 1600 yang berarti 1.6 juta paket, kemudian dibagi jatah kuota 1000 atau 1 juta Paket untuk ketua Komisi 3 DPR RI Herman Hery , Wakil ketua Komisi 8 Ihsan Yunus sebanyak 400 ribu paket serta untuk jatah kuota menteri 200 ribu paket dan bina lingkungan.

“Terkait BAP ini kemudian saudara membenarkannya? ” ujar Jaksa KPK Ikhsan Fernandi.

” Ya ” jawab Adi Wahyono.

” Terkait pembagian Kuota dalam 4 kluster tadi khan 1 juta punyanya Herman Heri kalau yang 400 ribu Ikhsan Yunus , Ada gak PIC atau Operator ? ” Lanjut Ikhsan.

” Yang saya kenal Harry Sidabuke pak ” jawab Adi Wahyono.

” Kenal dengan Agustri Yogaswara atau Yogas? ” Cecar Ikhsan.

” Kenal Pak , pada waktu itu di PT Andalan Persik setelah itu sepertinya perannya besar ,si Harry aja takut dan itu saya tidak tau.” Ungkap Adi.

” Kemudian apakah saudara tau peran Yogas ini operator bagi kelompok tertentu ?. ” Tanya Jaksa.

” Ya pak ” jawab Adi.

“Kalo Yogas ini membagi kuota bansos punya siapa?”. Lanjut Jaksa

” Punyanya Pak Iksan Yunus ” Jawab Adi .

” Siapa ikhsan yunus ?”. Tanya Jaksa

” waktu itu Wakil Ketua Komisi 8 . ” Tandas Adi Wahyono.

Adi juga mengakui ada penarikan fee sebesar Rp 10 ribu perpaket dari para Rekanan atau Vendor pada tahapan pertama, dan Adipun mengakui mendapat jatah pribadi dari Harry Van Sidabuke rekanan Kemensos dari PT Hamongan Sude sebesar Rp 100 juta dalam 2 kali pemberian.

Dia juga membenarkan setoran uang operasional menteri yang diserahkan melalui Ajudan Menteri Atau ADC dan Aspri Silvy Nurbaity yang dipergunakan sebagai  perjalanan dinas menteri sosial diantaranya untuk sewa pesawat pribadi.

Menurut Adi Wahyono yang menginginkan proyek Bansos Sembako Kemensos banyak sekali, yang kemudian dibagi dalam 4 kluster.

Selain dia mendapat jatah pribadi , Adi juga mengungkap aliran dana bansos tersebut untuk membayar Fee Pengacara Hotma Sitompul sebesar Rp 3 miliar terkait penaganan kasus rehabilitasi sosial anak serta pemberian uang sebesar Rp 1 miliar Rupiah untuk Badan Pemeriksa Keuangan melalui Yonda.

Adapun uang uang tersebut berasal dari hasil setoran vendor yang dikumpulkan terlebih dahulu oleh PPK bansos Matheus Joko Santoso. Adi juga mengakui ada sebagian uang tersisa sebesar 208 juta yang kemudian dikembalikannya ke KPK melalui rekening anaknya atas Nama Moh Ikbal

Diberitakan, Juliari didakwa menerima uang suap Rp32,4 miliar berkaitan dengan pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dalam rangka penanganan virus Corona atau COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos).

Uang yang diterima dari Harry , Ardian serta para vendor bansos lainya tersebut diduga diterima Juliari dari potongan fee bansos Rp10 ribu per paket yang dipungut oleh Adi Wahyono dan Matheus  Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen proyek bansos sembako Jabodetabek dikemensos tahun 2020 lalu.

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *