PPK Bansos Disuruh Siapkan 3M Untuk Hotma Sitompul

Jakarta, Komandonews – Mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono menceritakan detail pemberian uang Rp 3 Miliar kepada Pengacara Hotma Sitompul.

Hal itu diceritakan Adi saat bersaksi disidang perkara Bansos dengan terdakwa mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara, Senin (31/5/2021).

Awalnya, Adi mengaku dipanggil Menteri Juliari keruangannya di Kementerian Sosial.”Bulannya agak lupa pak. Intinya saya dipanggil beliau (Menteri Juliari) suruh naik ke lantai 2, disitu sudah ada Hotma dan Ihsan (anak buah Hotma),” kata Adi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Juliari kemudian meminta Adi menyiapkan uang untuk Hotma Sitompul.”Saya diminta siapkan, sebenernya beliau hanya menyampaikan gini (bahasa tangan), mas tolomg siapkan segini. Saya kira Rp 300 juta tapi ternyata Rp3 Miliar,” ujar Adi.

Jaksa lantas penasaran darimana Adi tahu bahwa maksud Menteri Juliari Rp 3 Miliar.”Kan saya tanya beliau. Saya pikir itu tiga itu Rp 300 juta, engga (ternyata) Rp 3 Miliar,” jawab Adi.

Setelah itu, Adi keluar dari ruangan menteri dan menunggu Hotma dibawah untuk menawar angka Rp3 Miliar yang diperuntukan sebagai fee pengacara terkait kasus rehabilitasi sosial tentang kekerasan anak di direktorat rehabilitasi sosial.

“Terus saya pas turun kebawah Pak Hotma keluar saya tawar disitu, pak kok mahal sekali itu, kitakan susah ini,” kata Adi ke Hotma.

“Enggak pak tetep dia segitu,” ucap Adi menirukan omongan Hotma kala itu.”Karena beliau sudah mengeluarkan beberapa uang operasional,” sambung Adi soal jawab Hotma.

Negosiasi tak berhasil, Adi lalu meminta dana dari Matheus Joko. Sumber uangnya dari hasil fee pengadaan bansos para vendor.

“Penyerahnnya bertahap dua kali. Rp 1,5Miliar, Rp1,5Miliar. Intinya setelah ada perintah ini baru diambil,” terang Adi.

Adi menyerahkan uang tersebut melalui Erwin, Penyedia barang di biro umum Kemensos. Adi mengaku menyuruh Erwin lantaran terus didesak untuk segera mencairkan dana Rp 3 Miliar.

“Karena saat itu saya tidak ada ditempat sementara dia mendesak terus. Si Hotma juga pernah keruangan saya dibiro umum. Karena bagi dia minta cepat-cepat sementara kita juga perlu juga mikir ini uang darimana,” keluh Adi.

Jaksa kemudian bertanya dalam bentuk apa uang Rp 3 Miliar itu diserahkan.”Tunai,” pungkas Adi.

Dalam persidangan ini, mantan Mensos Juliari Peter Batubara didakwa menerima suap senilai Rp 32,48 miliar terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020. Juliari dinilai memotong Rp 10 ribu dari setiap paket pengadaan bansos.

Adapun uang itu diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso yakni. Penerimaan uang itu berasal dari konsultan Hukum Harry Van Sidabukke, senilai Rp 1,28 miliar.

Kemudian dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp 1,95 miliar, serta sebesar Rp 29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya.

{Supriyarto Rudatin}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *