Bobol BNI 46 Rp 1,2 T Pemilik Gramarindo Grup Pauline Maria Lumowa divonis 18 tahun

Jakarta, Komandonews – Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Tipikor Jakarta Menjatuhkan Vonis 18 tahun pidana penjara kepada pengusaha Pauline Maria Lumowa dalam perkara dugaan korupsi Kredit Fiktif BNI 46 senilai Rp 1,2 Triliun Tahun 2002-2003 lalu.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karen itu dengan pidana penjara selama 18 tahun.”ujar Hakim Ketua Syaifuddin Zuhri dalam amarnya diPengadilan Tipikor Jakarta , Senin (24/05/2021)

Selain itu Hakim juga menjatuhkan pidana denda Rp 800 juta subsider 4 bulan  kurungan dan uang pengganti sebesar Rp 185,8 miliar subsider 7 tahun.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Sumidi dkk yang sebelumnya mengajukan hukuman 20 tahun
Denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan ,Uang pengganti Rp 185.8 miliar subsider 10 tahun.

” Setelah mendengarkan keterangan 13 orang saksi dan keterangan 3 Ahli dan 1 Ahli dari Pengacara Pauline  serta 50 barang bukti ,  Majelis Hakim menilai  Selaku Pemilik Gramarindo Grup Pauline Maria Lumowa dinilai telah terbukti bersalah melanggar dakwan kesatu jaksa ” Ungkap Hakim dalam pertimbangannya.

Pauline Maria Lumowa
bersama dengan pelaku lainya yakni   Adrian Herling Waworuntu, Jane Iriana Lumowa , Koesadiyuwo , Edy Santoso, Ir Illah Abdullah Agam, Adrian Pandelaki Lumowa (Almarhum) , dr Titik Pristiwati, Aprila Widharta dan Richard Kountul telah melakukan pembobolan bank dengan modus melampirkan dokumen ekspor fiktif ketika mencairkan 41 letter of Credit atau L/C ke Bank BNI 46 Cabang Kebayoran Baru Jakarta Selatan dalam kurun waktu Desember 2002 hingga Agustus 2003 lalu.

Pengajuan pencairan L/C kredit fiktif bermula atas ditolaknya pengajuan pinjaman modal kerja dari teman bisnis  Pauliene kepada bank BNI yang kemudian Pauliene bersama adik dan kawan kawan  membeli perusahan dan membentuk gramarindo Grup , merekayasa atas ekpsor fiktif yang akhirnya mendapat 41 L/C dari bank luar negeri yang bukan merupakan korespoden bank BNI , selain itu  pencairan Rp 1,2 triliun tersebut oleh Bank BNI dialkukan tanpa verifikasi yang layak .

Akibatnya negara mengalami kerugian senilai Rp 1.2 triliun lebih  dan telah memperkaya diri serta korporasi milik para pelaku Pauliene Maria Lumowa dkk .

Hakim juga menilai Pauline Maria Lumowa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dakwaan kedua jaksa, karena telah menyamarkan dan menempatkan uang tunai yang diduga berasal dari hasil korupsi kedalam sistem keuangan di 2 perusahaan leasing atau pembiayaan  yakni di PT. Aditya Putra Pratama Finance sebesar  1,8 juta USD  dan Infiniti Finance sebesar 1 juta dolar Amerika dan modal kerja sebesar Rp 4 miliar Rupiah.

Atas vonis yang dijatuhkan Maria Pauline Lumowa yang didampingi oleh pengacaranya  menyatakan pikir pikir apakah menerima atau akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

(Supriyarto Rudatin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *