Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Airbus Garuda

Jakarta, Komandonews – Jum’at (16/04/2021) 3 saksi dari Bagian Keuangan , Audit Garuda dihadirkan dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan pesawat Airbus dan Mesin Roll Royce di PT. Garuda Indonesia dengan terdakwa mantan direktur teknik Garuda Hadinoto Soedigno.

Mereka adalah, Sri Mulyati yang mengaku melakukan review kinerja dengan membandingkan antara FS Feasibility Studi ( Studi kelayakan ) atau hasil review tim dengan fisik saat pesawat telah dikirim.

Menurut Sri Mulyati ternyata Pesawat tidak sesuai dengan ekspektasi Pihak garuda harus buat tim optimalisasi karena pesawat yang diharapkan bisa menggantikan pesawat boing 737 seri 500 tidak bisa perform sesuai yg direncanakan.

vera yunita, menerangkan seputar hasil penilaian bahwa pesawat bombardier yg seharusnya dipilih. Tapi pada saat presentasi akhir justru datanya dia tidak dipakai

Kemudian kesaksian bagian keuangan Norma Aulia, manajer akunting Head Office Garuda Indonesia , yang membuktikan adanya kickback atau suap kepada terdakwa Hadinoto..
manajer akunting Head Office Garuda Indonesia .

Insert :

Diberitakan , Hadinoto Soedigno didakwa Kesatu menerima uang
2.3 juta dolar , 477 ribu euro.
Dari , Airbus S.A.S , Roll-Royce Plc, dan Avions de Transport Régional (ATR) melalui intermediary Connaught International Pte Ltd ) dan PT Ardhyaparamita Ayuprakarsa milik Soetikno Soedardjo  serta dari Bombardier Canada melalui Hollingsworld Management International Ltd Hongkong ( HMI) dan Summerville Pasific Inc.

Pemberian fee tersebut agar Hadinoto  bersama-sama dengan mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar  dan Capt. Agus Wahjudo  melakukan intervensi dalam  pengadaan pesawat Airbus A.330 series, Pesawat Airbus A.320, Pesawat ATR 72 serie 600 dan Canadian Regional Jet ( CRJ ) 1000 NG serta pembelian dan perawatan mesin (engine) Rolls-Royce Trent 700 series di Garuda Indonesia  periode tahun 2005 sampai dengan 2014.

Hadinoto juga didakwa Menyamarkan  penerimaan hadiah fee imbalan atas proyek pesawat tersebut dengan mentransfer ke rekening pribadi dan keluarga yakni atas nama Tuti Dewi , Putri Anggraini Hadinoto dan Rulianto Hadinoto tahun 2015-2016. ( AR. Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *