POLRES TANGGAMUS BESERTA TIM FORENSIK POLDA LAMPUNG MEMBONGKAR MAKAM DEDI ALIAS ACENG KORBAN PEMBUNUHAN SADIS

Lampung, Komandonews – 3 Maret 2021 Pada Pukul 12.00 WIB Jenazah Dedi (30) bujangan korban pembunuhan 1 bulan lebih tepatnya 43 hari lalu, Selasa (19/1/21) di Pekon Kerta Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus. Pembongkaran makam tersebut dilakukan oleh tim gabungan Polres Tanggamus beserta tim Forensik Polda Lampung, untuk kepentingan otopsi.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus, Iptu Ramon Zamora mengatakan, pembongkaran makam untuk keperluan penyelidikan dan untuk mengetahui penyebab meningalnya korban. Pembongkaran makam ini mendapat dukungan dari keluarga dan tokoh masyarakat setempat.

“Nanti kita juga akan melibatkan tim ahli tambahan agar proses ini nantinya lebih cepat di ketahui hasilnya dari forensik, kita dengarkan apa hasilnya, semoga dengan diautopsi ini bisa menjadi petunjuk untuk mengunkap permasalahan ini, terkait estimasi waktu pengungkapan kami belum bisa memastikannya, mohon semuanya bisa bersabar, kata Kasat.

Kasat menambahkan, hasil penelitian laboratorium forensik palembang, terkait ceceran darah disekitar rumah korban pasca kejadian sudah keluar, namun hasilnya belum bisa diungkap kepublik, untuk kepentingan penyelidikan.

Dr. Jims F Tambunan, spesialis forensik dan medical, selaku mitra kerja di kepolisian menjelaskan, berdasarkan permintaan penyidik, tim melakukan pengalian dan otopsi selama 4 jam dan jenazah sudah mengalami pembusukan, seluruh data hasilnya sudah diberikan ke penyidik, adapun hal lainnya tidak bisa kami ungkap ke media, semata untuk proses penyidikan.

karena ada beberapa masih dalam proses analisa kerja, kami membutuhkan pemeriksaan penunjang. Ada beberapa sample yang kami ambil dari jasad alm.” DEDI ALIAS ACENG” untuk kami lakukan pemeriksaan di laboratorium, untuk menguatkan data termasuk disaat proses di pengadilan nantinya.

“Kita mengikuti aturan yang ada diundang-undang, prosesnya akan kami siapkan secepat mungkin, pastinya kinerja kami didukung labotatorium. Kalau tidak ada kendala sekitar dua mingu akan segera dirangkumkan dalam laporan hasil kerja, yaitu visum et repertum,” Jelasnya. (Abidin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *