Antusias Warga Perumahan Taman Raya Rajeg Dalam Membangun Pos Ronda

TANGERANG, Komandonews – Tidak terasa bulan suci Ramadhan akan segera tiba, bulan yang di nanti nantikan oleh seluruh umat muslim di dunia, bulan yang di mana penuh rahmat dan berkah, ada kebiasaan yang berubah di bulan Ramadhan, kebiasaan yang tadinya kita tidak bangun di tengah malam untuk makan dan minum, sudah tentu nanti akan berubah menjadi kebiasaan dimana kita di bangunkan untuk makan dan minum yang di sebut sahur selama sebulan penuh.

Salah satu penyambutan bulan suci Ramadhan yang di lakukan oleh warga perumahan Taman Raya Rajeg
Desa Mekar Sari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tanggerang, dengan melakukan kegiatan gotong royong membangun pos ronda di wilayah RT 019 RW 07, warga perumahan terlihat sangat antusias dalam mengerjakan pos ronda, terlihat dari senyum dan canda para warga yang hadir, suasana pembangunan pos ronda pun menjadi terlihat akrab dan bersahabat.

“Tujuannya pos ini di bangun adalah untuk persiapan menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal sebentar lagi datang, dari hasil keputusan rapat yang dilakukan seminggu lalu dengan pengurus RT dan warga perumahan, rapat yang mengarah pada point peremajaan pos ronda, maka kita semua selaku pengurus RT dan warga perumahan sepakat untuk membangun pos ronda yang baru, “ujar Rahmat selaku ketua RT, 19.

“Pembuatan pos ronda yang baru ini adalah gagasan dan keinginan para warga, karena melihat pos ronda yang lama sudah tidak layak pakai atau nantinya bisa membahayakan warga seketika rubuh karena usia kayu dan bangunan yang sudah usang bahkan penempatannya kurang strategis untuk memantau akses jalur di perumahan kami, maka warga dan pengurus RT setempat, berinisiatif membuat pos ronda yang baru, lokasinya sudah di setujui untuk penempatannya agar dapat melihat dan memantau beberapa akses warga yang dianggap rawan” tambah Poniman selaku sesepuh di wilayah itu.

Harapan kami selaku warga perumahan Taman Raya Rajeg adalah, ingin menjadikan lingkungan di sekitar kami menjadi aman, tentram damai dan asli, dengan adanya pos ronda yang dibangun dari hasil swadaya masyarakat setempat, dapat menjadi pos serbaguna, bukan hanya fungsinya sebagai pos ronda saja, kegiatan positif yang sifatnya membangun kebaikan untuk lingkungan, dapat dilakukan atau di bicarakan di pos ini, tutup Rahmat. (Heldha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *